Prabowo Siapkan Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik, Ada Opsi Tanpa DP

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Pemerintah menyiapkan sejumlah skema untuk mempercepat penggunaan motor listrik di Indonesia. Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah program tukar tambah motor berbahan bakar bensin dengan motor listrik nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemilik motor konvensional nantinya dapat menyerahkan kendaraan lama untuk mendapatkan motor listrik baru dengan menambah sejumlah biaya.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menurut Prabowo, skema tersebut diperlukan agar masyarakat yang sudah memiliki sepeda motor berbahan bakar bensin tidak merasa kesulitan ketika ingin beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah.”

Pemerintah Siapkan Skema Kredit Motor Listrik

Selain tukar tambah, pemerintah juga tengah mempertimbangkan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Salah satu opsi yang dibahas adalah menurunkan beban bunga kredit sekaligus mengurangi kebutuhan uang muka atau down payment (DP).

Bahkan, skema pembelian motor listrik dengan DP nol persen turut didorong untuk membuat kendaraan listrik lebih mudah dijangkau masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting karena harga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen ketika hendak beralih dari motor bensin ke motor listrik.

Dengan skema pembiayaan yang lebih ringan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan uang muka dalam jumlah besar.

Prabowo Klaim Biaya Operasional Bisa Lebih Hemat

Prabowo juga menyoroti potensi penghematan biaya operasional kendaraan listrik.

Menurutnya, penggunaan motor listrik dapat mengurangi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan bahan bakar dan mobilitas sehari-hari.

Ia menyebut penghematan tersebut secara umum dapat mencapai sedikitnya 50 persen, bahkan berpotensi lebih tinggi tergantung pola penggunaan kendaraan.

Namun, besarnya penghematan sebenarnya dapat berbeda pada setiap pengguna karena dipengaruhi tarif listrik, konsumsi energi kendaraan, jarak tempuh, harga BBM, hingga biaya perawatan.

Baca Juga :  WFH Sehari dalam Sepekan Resmi Ditetapkan Pemerintah

Indonesia Punya Puluhan Juta Sepeda Motor

Dorongan terhadap kendaraan listrik menjadi semakin penting karena jumlah sepeda motor di Indonesia sangat besar.

CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut terdapat sekitar 140 juta sepeda motor yang beredar di Indonesia. Sementara itu, penjualan sepeda motor baru setiap tahunnya berada di kisaran 6-7 juta unit.

Besarnya populasi sepeda motor tersebut menunjukkan bahwa sektor kendaraan roda dua menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Rosan juga mendorong skema pembelian motor listrik dengan DP rendah hingga nol persen agar penetrasi kendaraan listrik dapat meningkat.

Molinas Tak Sekadar Satu Merek Motor

Program Motor Listrik Nasional yang diluncurkan pemerintah bukan sekadar peluncuran satu produk atau satu merek kendaraan.

Konsep yang dikembangkan adalah membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang melibatkan berbagai sektor.

Ekosistem tersebut mencakup manufaktur kendaraan, industri komponen, produksi baterai, infrastruktur pengisian daya, battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual hingga penguatan pasar.

Pemerintah berharap pengembangan ekosistem tersebut dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik.

PT Len Industri Berperan sebagai Integrator

Dalam pengembangan ekosistem Molinas, PT Len Industri akan berperan sebagai lead integrator.

Peran tersebut diarahkan untuk mengoordinasikan kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan industri motor listrik nasional.

Pemerintah juga menargetkan pengembangan industri tersebut dapat memberikan dampak lebih luas, termasuk membuka peluang bagi industri komponen, UMKM dan koperasi.

Selain aspek industri, pengembangan motor listrik juga dikaitkan dengan ketahanan energi nasional.

Penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi listrik.

Tukar Tambah Motor Bensin Masih Menunggu Aturan Teknis

Meski Presiden telah menyampaikan gagasan tukar tambah, masyarakat belum dapat langsung mengajukan program tersebut.

Baca Juga :  Honda e:N1 Ludes Terjual, Super One Siap Masuk Pasar Ritel Indonesia

Pasalnya, mekanisme teknis seperti jenis motor yang dapat ditukar, nilai kendaraan lama, besaran tambahan pembayaran, persyaratan penerima, mekanisme verifikasi dan skema pembiayaan masih membutuhkan pengaturan lebih lanjut.

Karena itu, calon konsumen sebaiknya menunggu informasi resmi pemerintah sebelum menjual atau menyerahkan kendaraan lama dengan mengatasnamakan program tukar tambah motor listrik.

Program ini berpotensi menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat transisi kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik, terutama jika pemerintah mampu menghadirkan mekanisme tukar tambah dan pembiayaan yang mudah, transparan, serta terjangkau.


FAQ

Apa itu program tukar tambah motor bensin ke motor listrik?

Program tersebut merupakan skema yang sedang disiapkan pemerintah agar pemilik motor konvensional dapat menukarkan kendaraan lamanya untuk mendapatkan motor listrik dengan tambahan pembayaran tertentu.

Apakah motor listrik bisa dibeli tanpa DP?

Pemerintah sedang mendorong skema pembelian motor listrik dengan uang muka rendah, termasuk opsi DP nol persen. Namun, mekanisme dan persyaratan resminya masih perlu menunggu ketentuan lebih lanjut.

Apa itu Motor Listrik Nasional atau Molinas?

Molinas merupakan konsep pengembangan ekosistem motor listrik nasional yang mencakup manufaktur, komponen, baterai, charging, battery swapping, pembiayaan, distribusi dan layanan purnajual.

Apakah program tukar tambah sudah bisa digunakan?

Belum ada informasi dalam materi sumber yang menunjukkan bahwa program tukar tambah sudah dibuka untuk masyarakat secara umum. Pemerintah masih menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.

Apakah motor listrik lebih hemat daripada motor bensin?

Biaya energi motor listrik dapat lebih rendah dibandingkan BBM dalam kondisi penggunaan tertentu. Namun, penghematan aktual bergantung pada konsumsi kendaraan, jarak tempuh, tarif listrik, harga BBM dan biaya perawatan.

Berita Terkait

SUV Listrik Huawei-Chery Luxeed R7 Terbaru Dibanderol Rp640 Jutaan, Siap Masuk Indonesia?
Honda Vario Evo 160 2026: Harga Mulai Rp28 Jutaan, Ini Spesifikasinya
Yamaha NMAX Bergaya Manga Jadi Skuter Paddock MotoGP Jepang 2026
Mesin MotoGP 2027 Jadi 850 cc, Ini Perubahan pada Sistem Pengereman
Harga Vespa Primavera 80th Rp63 Jutaan, Cuma Diproduksi 30 Unit
Yamaha NMAX Turbo dengan YECVT, Begini Perbedaan T-Mode, S-Mode dan Y-Shift
Omoda O4 Segera Meluncur di Indonesia, Produksi Dilakukan di Dua Lokasi
Smoot Tempur Hadir dengan Swap Battery, Harga Mulai Rp11 Jutaan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:00 WIB

SUV Listrik Huawei-Chery Luxeed R7 Terbaru Dibanderol Rp640 Jutaan, Siap Masuk Indonesia?

Rabu, 30 September 2026 - 10:00 WIB

Honda Vario Evo 160 2026: Harga Mulai Rp28 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Rabu, 30 September 2026 - 08:00 WIB

Yamaha NMAX Bergaya Manga Jadi Skuter Paddock MotoGP Jepang 2026

Rabu, 30 September 2026 - 04:08 WIB

Mesin MotoGP 2027 Jadi 850 cc, Ini Perubahan pada Sistem Pengereman

Selasa, 29 September 2026 - 12:03 WIB

Harga Vespa Primavera 80th Rp63 Jutaan, Cuma Diproduksi 30 Unit

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Wako Alfin Bahas Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan Bersama TNKS

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:53 WIB