Samsung Siap Pakai Baterai Silikon-Karbon di Galaxy S, Ini Keunggulan Teknologinya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO – Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan baterai silikon-karbon (Si-C) pada lini smartphone flagship Galaxy S setelah lebih dulu mengadopsi teknologi tersebut pada seri ponsel lipat Galaxy Z generasi terbaru.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Samsung meningkatkan kapasitas baterai tanpa harus membuat dimensi perangkat menjadi lebih besar.

Samsung Masih Mengevaluasi Penggunaan Baterai Si-C

Wakil Presiden Hardware Mobile Experience Samsung, Moon Sung-hoon, mengatakan penerapan baterai silikon-karbon pada seri Galaxy S akan bergantung pada manfaat nyata yang dapat dirasakan pengguna.

Menurutnya, perusahaan hanya akan mengadopsi teknologi tersebut apabila mampu memberikan peningkatan signifikan terhadap pengalaman penggunaan perangkat.

Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa Samsung masih melakukan evaluasi sebelum membawa baterai Si-C ke lini flagship non-lipat.

Sudah Digunakan di Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8

Samsung telah memperkenalkan baterai silikon-karbon pada Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8.

Teknologi ini memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Dengan ukuran fisik yang sama, baterai Si-C mampu menyimpan daya lebih besar sehingga memberikan ruang bagi peningkatan kapasitas baterai atau desain perangkat yang lebih tipis.

Pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung berhasil meningkatkan kapasitas baterai dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga :  Apple Siapkan 3 Produk “Ultra”, Ada iPhone Lipat dan AirPods Berkamera

Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 tetap mempertahankan kapasitas baterai yang sama, namun hadir dengan bodi yang lebih ramping berkat efisiensi teknologi baru tersebut.

Galaxy S27 Ultra Berpotensi Mengusung Baterai Lebih Besar

Sejumlah laporan industri menyebut Samsung sedang mengembangkan Galaxy S27 Ultra dengan kapasitas baterai sekitar 5.500 mAh.

Jika benar terealisasi, kapasitas tersebut menjadi peningkatan dibandingkan baterai 5.000 mAh yang selama ini digunakan pada seri Galaxy S Ultra.

Meski demikian, Samsung masih harus mempertimbangkan regulasi di Eropa dan Amerika Serikat yang mengatur sertifikasi serta distribusi baterai lithium-ion berkapasitas energi tinggi.

Regulasi Jadi Salah Satu Tantangan

Berbeda dengan sejumlah produsen smartphone asal China yang menggunakan desain baterai ganda atau menanggung biaya distribusi tambahan, Samsung selama ini tetap mempertahankan penggunaan baterai sel tunggal untuk memenuhi standar pengiriman di berbagai negara.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa peningkatan kapasitas baterai pada perangkat flagship Samsung berlangsung secara bertahap.

Keunggulan Baterai Silikon-Karbon

Teknologi baterai silikon-karbon menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, antara lain:

  • Kapasitas baterai lebih besar dalam ukuran yang sama.
  • Desain smartphone dapat dibuat lebih tipis.
  • Kepadatan energi lebih tinggi.
  • Berpotensi meningkatkan daya tahan penggunaan harian.
  • Mendukung pengembangan smartphone premium dengan performa lebih optimal.
Baca Juga :  MacBook Neo Resmi Masuk Indonesia? Ini Bukti dan Bocoran Spesifikasinya

Kesimpulan

Rencana Samsung mengadopsi baterai silikon-karbon pada lini Galaxy S menunjukkan arah pengembangan smartphone flagship yang mengutamakan efisiensi daya sekaligus desain lebih ramping.

Meski belum ada kepastian kapan teknologi tersebut diterapkan, baterai Si-C diperkirakan menjadi salah satu inovasi penting yang akan hadir pada generasi Galaxy S berikutnya, termasuk kemungkinan Galaxy S27 Ultra.

FAQ

Apa itu baterai silikon-karbon (Si-C)?
Baterai silikon-karbon adalah teknologi baterai baru dengan kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Apa keunggulan baterai Si-C?
Kapasitas lebih besar, desain perangkat lebih tipis, efisiensi energi lebih tinggi, dan daya tahan penggunaan yang lebih baik.

Apakah Galaxy S sudah memakai baterai Si-C?
Belum. Samsung masih mempertimbangkan penerapannya pada lini Galaxy S.

HP Samsung apa yang sudah menggunakan baterai Si-C?
Saat ini teknologi tersebut telah digunakan pada Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8.

Apakah Galaxy S27 Ultra akan memakai baterai Si-C?
Belum ada konfirmasi resmi, namun berbagai laporan menyebut Samsung tengah mengevaluasi penggunaan baterai silikon-karbon untuk generasi Galaxy S berikutnya.

Berita Terkait

Xiaomi 18 Pro Max Hadir dengan HyperOS 4, Ini Bocoran Spesifikasi dan Peluang Masuk RI
ASUS P700 Mini Tower Meluncur di Indonesia, RAM DDR5 dan Penyimpanan hingga 6TB
DeepSeek Perkenalkan Super-Agent, Teknologi AI yang Bisa Menemukan Masalah Sebelum Disuruh
Honor WIN Tablet Resmi Meluncur, Layar OLED 240Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5!
Apakah Lagu Buatan AI Dilindungi Hak Cipta? Ini Aturan dan Penjelasannya
Microsoft Surface Bisa Dibeli di Indonesia, tetapi Ada Risiko yang Perlu Diketahui
Nokia 2360 Flip Bawa Desain Jadul dan USB Type-C, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Singapura Kembangkan Teknologi Pendingin Tanpa AC
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:00 WIB

Xiaomi 18 Pro Max Hadir dengan HyperOS 4, Ini Bocoran Spesifikasi dan Peluang Masuk RI

Selasa, 3 November 2026 - 13:00 WIB

ASUS P700 Mini Tower Meluncur di Indonesia, RAM DDR5 dan Penyimpanan hingga 6TB

Selasa, 3 November 2026 - 04:00 WIB

DeepSeek Perkenalkan Super-Agent, Teknologi AI yang Bisa Menemukan Masalah Sebelum Disuruh

Selasa, 3 November 2026 - 02:00 WIB

Honor WIN Tablet Resmi Meluncur, Layar OLED 240Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5!

Senin, 2 November 2026 - 20:08 WIB

Apakah Lagu Buatan AI Dilindungi Hak Cipta? Ini Aturan dan Penjelasannya

Berita Terbaru

Otomotif

10 Rekomendasi Mobil Bekas Irit BBM Harga di Bawah Rp100 Juta

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:00 WIB