KAYONEWS.CO.ID – Otoritas Thailand mengungkap dugaan praktik suap dan manipulasi nilai dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang disebut sebagai salah satu skandal rekrutmen terbesar di negara tersebut.
Kasus ini berpotensi menyebabkan sekitar 5.000 pegawai pemerintah daerah kehilangan status kepegawaiannya apabila terbukti memperoleh kelulusan melalui praktik kecurangan.
Penyelidikan masih berlangsung dan aparat berwenang menyatakan akan menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat tanpa pengecualian.
Tiga Tersangka Ditangkap
Berdasarkan keterangan pemerintah Thailand yang dikutip sejumlah media setempat, aparat telah menangkap tiga tersangka utama yang diduga menjadi bagian dari jaringan manipulasi hasil ujian.
Mereka berasal dari kalangan penyelenggara pelatihan dan mantan pejabat pemerintah daerah yang diduga berperan dalam mengatur perubahan nilai ujian peserta.
Polisi masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam praktik tersebut.
Diduga Ubah Nilai Ribuan Peserta
Penyidik menyebut jaringan tersebut diduga melibatkan sejumlah aparatur sipil yang bertugas mengubah hasil ujian ribuan peserta.
Sebelas pegawai negeri dijadwalkan menghadapi proses hukum atas dugaan pelanggaran, mulai dari pemalsuan dokumen, persekongkolan ilegal hingga manipulasi data dalam sistem komputer.
Selain itu, penyidik juga masih memburu pihak yang diduga membocorkan data hasil ujian kepada para pelaku.
Dugaan Suap Capai Rp400 Juta
Dalam penyelidikan sementara, peserta diduga diminta membayar uang antara 350.000 hingga 800.000 baht untuk memperoleh kelulusan.
Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berkisar sekitar Rp175 juta hingga Rp400 juta, tergantung jabatan yang dilamar.
Besaran tersebut masih merupakan dugaan yang menjadi bagian dari proses penyidikan aparat Thailand.
Sekitar 5.000 PNS Terancam Diberhentikan
Kementerian Dalam Negeri Thailand mengungkapkan terdapat kejanggalan terhadap sekitar 5.000 orang dari total sekitar 15.000 pegawai pemerintah daerah yang direkrut melalui seleksi tahun ini.
Apabila terbukti memperoleh jabatan melalui manipulasi atau suap, mereka akan diberhentikan serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah Thailand menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut.
Seleksi Diikuti 400.000 Pelamar
Kasus ini bermula dari pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah daerah yang berlangsung pada akhir tahun lalu.
Seleksi tersebut diikuti sekitar 400.000 pelamar yang memperebutkan sekitar 6.700 formasi di berbagai pemerintah daerah.
Besarnya jumlah peserta membuat kasus ini menjadi perhatian publik karena dinilai dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen aparatur negara.
Pemerintah Janji Usut Tuntas
Perdana Menteri Thailand menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas seluruh jaringan yang terlibat dalam dugaan manipulasi seleksi CPNS tersebut.
Pemerintah juga memastikan proses hukum akan diterapkan kepada siapa pun yang terbukti bersalah, tanpa memandang jabatan maupun afiliasi politik.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga menikmati keuntungan dari praktik tersebut.
FAQ
Apakah 5.000 PNS sudah resmi dipecat?
Belum. Mereka masih dalam proses penyelidikan. Pemberhentian akan dilakukan apabila terbukti terlibat dalam praktik kecurangan.
Berapa nilai dugaan suap?
Penyidik menduga uang yang dibayarkan berkisar 350.000–800.000 baht atau sekitar Rp175 juta hingga Rp400 juta.
Berapa jumlah peserta seleksi?
Sekitar 400.000 pelamar mengikuti seleksi untuk memperebutkan sekitar 6.700 formasi pegawai pemerintah daerah.
Apakah penyelidikan masih berlangsung?
Ya. Aparat Thailand masih mengembangkan kasus dan memburu pihak lain yang diduga terlibat.









