EKONOMI – Perusahaan e-commerce Lazada kembali melakukan efisiensi organisasi dengan memangkas sekitar 5 persen tenaga kerjanya di kawasan Asia Tenggara. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian bisnis agar operasional perusahaan tetap efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
Meski telah mengonfirmasi adanya pengurangan karyawan, Lazada belum merinci jumlah pegawai yang terdampak di masing-masing negara, termasuk Indonesia.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Channel News Asia (CNA) pada Jumat (26/6/2026), Lazada menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap sejumlah posisi di seluruh wilayah operasional perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terdampak selama masa transisi dengan panduan dan dukungan yang relevan sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pernyataan Lazada.
Belum Ada Rincian PHK di Indonesia
Lazada saat ini beroperasi di enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Hingga kini, perusahaan belum mengungkap berapa jumlah karyawan yang terkena PHK di masing-masing negara maupun divisi yang terdampak.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Indonesia menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengurangan pegawai terbesar atau tidak.
Bagian dari Strategi Efisiensi Bisnis
Manajemen Lazada menjelaskan bahwa penyesuaian organisasi dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap fokus terhadap prioritas bisnis di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.
Langkah efisiensi ini juga bertujuan menyelaraskan struktur organisasi dengan kebutuhan operasional perusahaan dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi digital.
Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, Lazada menegaskan akan memberikan pendampingan kepada seluruh karyawan yang terdampak sesuai regulasi ketenagakerjaan di masing-masing negara.
Bukan Pertama Kali
Ini bukan pertama kalinya Lazada melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pada 2024, perusahaan yang berada di bawah naungan Alibaba Group tersebut juga melakukan pengurangan ratusan karyawan di berbagai negara Asia Tenggara.
Saat itu, kantor regional Lazada di Singapura disebut menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
Sejak diakuisisi Alibaba pada 2016, Lazada menjadi salah satu platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Namun, persaingan yang semakin ketat dengan berbagai platform digital membuat perusahaan terus melakukan penyesuaian strategi bisnis.
Industri E-commerce Hadapi Tantangan Baru
Gelombang efisiensi yang dilakukan Lazada mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi industri e-commerce global.
Sejumlah perusahaan teknologi dalam beberapa tahun terakhir memilih melakukan restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan profitabilitas, mengoptimalkan operasional, serta mempercepat adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kebijakan tersebut tidak hanya terjadi di Lazada, tetapi juga dilakukan berbagai perusahaan teknologi internasional yang berupaya menjaga daya saing di tengah perubahan ekonomi global.
Hingga berita ini ditulis, Lazada belum memberikan informasi tambahan mengenai kemungkinan adanya gelombang PHK lanjutan maupun rincian dampaknya terhadap operasional di Indonesia.
FAQ
Apakah Lazada melakukan PHK?
Ya. Lazada mengonfirmasi telah memangkas sekitar 5 persen tenaga kerja di Asia Tenggara.
Apakah Indonesia terdampak PHK Lazada?
Belum ada rincian resmi mengenai jumlah karyawan yang terdampak di Indonesia.
Mengapa Lazada melakukan PHK?
Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penyesuaian operasional agar tetap selaras dengan kebutuhan bisnis.
Apakah ini PHK pertama Lazada?
Bukan. Pada 2024, Lazada juga melakukan pengurangan ratusan karyawan di kawasan Asia Tenggara.









