IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.101, Investor Menanti Putusan Penting MSCI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, di zona merah. Bursa saham Indonesia ditutup melemah 0,25 persen atau turun 15,36 poin ke level 6.101,33. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dinilai dapat memengaruhi arus investasi asing ke Indonesia.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Indeks sempat menyentuh level terendah 5.993,04 sebelum akhirnya ditutup di atas psikologis 6.100. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp37,72 triliun dengan volume perdagangan 39,81 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,75 juta kali.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 294 saham mengalami kenaikan, sementara 398 saham melemah dan 267 saham bergerak stagnan. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya tekanan jual di berbagai sektor, terutama sektor pertambangan dan komoditas yang menjadi kontributor utama pelemahan indeks.

Sejumlah saham unggulan menjadi pemberat terbesar bagi IHSG. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 4,15 persen ke level Rp4.960. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah 3,50 persen menjadi Rp2.480, sedangkan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkoreksi 3,40 persen ke posisi Rp2.840.

Baca Juga :  Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kamis 21 Mei 2026: Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Jadi Buruan

Tekanan juga datang dari saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang turun 3,36 persen menjadi Rp1.150. Selain itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 3,04 persen dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,04 persen ke level Rp2.870. Koreksi saham-saham berbasis komoditas ini menjadi faktor utama yang menyeret laju IHSG.

Meski demikian, beberapa emiten berhasil mencatatkan penguatan signifikan. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 11,76 persen ke level Rp760. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melonjak 5,94 persen serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 5,35 persen ke posisi Rp1.675.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang meningkat 4,60 persen dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 4,58 persen. Kenaikan beberapa saham tersebut mampu menahan pelemahan IHSG agar tidak turun lebih dalam di tengah sentimen global yang masih penuh ketidakpastian.

Analis menilai sikap wait and see investor dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, pasar menunggu keputusan MSCI terkait status Indonesia dalam kelompok Emerging Market. Kedua, pelaku pasar mencermati perubahan regulasi sektor keuangan yang memunculkan diskusi mengenai independensi Bank Indonesia. Kedua faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai cukup kuat sehingga peluang pemulihan pasar tetap terbuka apabila sentimen global membaik.

Baca Juga :  IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak di 6.000–6.222, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

FAQ

Apa penyebab IHSG turun hari ini?
IHSG melemah karena investor memilih menunggu keputusan MSCI dan penilaian S&P Global terhadap Indonesia.

Berapa posisi penutupan IHSG pada 23 Juni 2026?
IHSG ditutup turun 0,25 persen atau 15,36 poin ke level 6.101,33.

Saham apa yang paling menekan IHSG?
INCO, PTBA, MDKA, BBTN, MEDC, dan ANTM menjadi saham yang paling membebani indeks.

Saham apa yang mencatat kenaikan tertinggi?
KLBF menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 11,76 persen, diikuti MBMA dan BRPT.

Mengapa keputusan MSCI penting bagi pasar Indonesia?
Keputusan MSCI memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia dan dapat berdampak pada arus dana asing. (Tim)

Berita Terkait

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta
Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online
Prabowo Pantau B50, Harga Biosolar di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter
Indonesia Confirms Subsidized Fuel Prices Will Not Rise Despite Global Oil Volatility
10 Kekurangan Starlink yang Perlu Diketahui Sebelum Berlangganan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:10 WIB

Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online

Berita Terbaru

Otomotif

Suzuki Burgman Street 2026 Resmi Meluncur

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:00 WIB

Oplus_131072

Kerinci

Bupati Kerinci Lega, Pusat Tambah Dana Transfer ke Daerah

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:42 WIB