Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Anjlok, IHSG Tertekan di Tengah Aksi Jual Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Tiga emiten perbankan utama di Bursa Efek Indonesia, yakni BBCA, BBRI, dan BMRI, kompak berada di zona merah hingga pertengahan sesi perdagangan. Kondisi tersebut ikut menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengingat ketiga saham tersebut memiliki bobot besar dalam pergerakan indeks.

Data perdagangan menunjukkan saham Bank Central Asia (BBCA) berada di level Rp6.125 per saham atau turun 150 poin setara 2,39 persen. Sementara itu, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat menjadi yang paling tertekan setelah melemah 100 poin atau 3,25 persen ke posisi Rp2.980 per saham.

Tekanan jual juga terjadi pada saham Bank Mandiri (BMRI). Emiten bank pelat merah tersebut turun 100 poin atau 2,23 persen ke level Rp4.390 per saham. Koreksi serentak pada saham-saham perbankan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena sektor perbankan selama ini menjadi tulang punggung penggerak IHSG.

Analis pasar menilai pelemahan saham perbankan dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Mulai dari aksi ambil untung investor setelah reli sebelumnya, sentimen suku bunga global, hingga kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dapat memengaruhi kinerja kredit perbankan.

Baca Juga :  IHSG Terbaru Hari Ini 2 Juni 2026 Melesat 1,11 Persen, Saham Energi dan Perbankan Jadi Buruan Investor di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, sentimen eksternal juga masih menjadi perhatian pasar. Pergerakan nilai tukar rupiah, arah kebijakan bank sentral dunia, serta kondisi ekonomi global berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham sektor keuangan.

Meski demikian, sejumlah analis menilai fundamental perbankan nasional masih relatif kuat. Pertumbuhan kredit yang tetap positif, kualitas aset yang terjaga, serta laba yang masih tumbuh menjadi faktor yang dapat menopang kinerja saham bank dalam jangka panjang.

Tidak semua saham bergerak negatif pada perdagangan hari ini. Saham Bumi Resources (BUMI) justru mencatat penguatan sebesar 1,79 persen ke level Rp171 per saham. Sementara saham Chandra Asri Pacific (TPIA) hanya terkoreksi tipis sebesar 0,25 persen ke posisi Rp1.990 per saham.

Pelaku pasar kini menantikan arah perdagangan pada sesi berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, IHSG berpotensi menghadapi tantangan untuk kembali ke zona hijau. Namun, apabila terjadi aksi beli pada harga yang lebih rendah, peluang pemulihan masih terbuka menjelang penutupan perdagangan.

Baca Juga :  5 Laptop Bisnis Terbaik 2026 di Amazon: Super Cepat, AI Canggih, dan Baterai Tahan Seharian!

FAQ

Mengapa saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun hari ini?
Pelemahan dapat dipicu aksi ambil untung, sentimen suku bunga, kondisi ekonomi global, dan pergerakan pasar secara keseluruhan.

Apakah penurunan saham bank berdampak pada IHSG?
Ya. BBCA, BBRI, dan BMRI memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga sangat memengaruhi pergerakan IHSG.

Saham mana yang turun paling dalam?
BBRI menjadi saham yang terkoreksi paling besar dalam data tersebut, yakni turun 3,25 persen.

Apakah saham perbankan masih menarik untuk investasi?
Banyak analis masih melihat prospek jangka panjang sektor perbankan positif karena fundamental yang relatif kuat.

Bagaimana prospek IHSG setelah koreksi saham bank?
Arah IHSG akan dipengaruhi sentimen domestik dan global. Jika tekanan mereda, peluang rebound masih terbuka. (Tim)

Berita Terkait

IHSG Turun 0,78%, Apa Dampaknya bagi Investasi Saham, Deposito, dan Reksa Dana?
Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat
Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun
GOTO Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Peluang Cuan Investor Makin Besar?
IHSG Ditutup Merosot ke 6.206,40, Investor Waspadai Sinyal The Fed dan Arus Dana Asing
Rupiah Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS, Saatnya Simpan Dolar, Deposito, atau Emas?
OJK Ungkap Dana Lender Akseleran Mulai Kembali Cair, Ini Dampaknya bagi Investor Fintech 2026
Cara Memilih Broker Forex Terpercaya 2026, Jangan Sampai Salah Pilih!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:12 WIB

IHSG Turun 0,78%, Apa Dampaknya bagi Investasi Saham, Deposito, dan Reksa Dana?

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:30 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:54 WIB

Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Anjlok, IHSG Tertekan di Tengah Aksi Jual Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WIB

GOTO Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Peluang Cuan Investor Makin Besar?

Berita Terbaru

Bisnis

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:04 WIB