BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang masih mengalami fluktuasi signifikan.

Program buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. BRI menyatakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa perseroan menilai harga saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya dan belum sepenuhnya mencerminkan kinerja serta potensi bisnis perusahaan.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Diprediksi Menguat Pekan Depan, Cek Target hingga Rp2,83 Juta per Gram

Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Selain itu, kebijakan ini juga merujuk pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026 mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Menurut Dhanny, keputusan buyback mempertimbangkan berbagai tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan. Faktor-faktor tersebut meliputi ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Meski demikian, BRI memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Perseroan telah memperhitungkan kecukupan likuiditas dan posisi keuangan sebelum menjalankan aksi korporasi tersebut.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Ini 3 Faktor Pendorongnya

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 setelah buyback, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI diperkirakan tetap berada pada level 22,86 persen. Sementara itu, tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) tercatat sebesar 18,37 persen.

BRI menilai posisi permodalan tersebut masih sangat kuat untuk mendukung ekspansi usaha sekaligus menjaga kemampuan mitigasi risiko bisnis perbankan di tengah dinamika ekonomi global.

Perseroan juga menyampaikan bahwa saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja serta direksi dan dewan komisaris setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebagai bagian dari Danantara, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. (Tim)

Berita Terkait

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Harga Emas Antam di Pegadaian 29 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,6 Juta, 100 Gram Tembus Rp254 Juta
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru