BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Segini Tambahan Cicilan KPR per Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen diperkirakan akan berdampak pada bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Meski demikian, para analis menilai kenaikan cicilan bulanan nasabah kemungkinan tidak akan terlalu besar dalam jangka pendek.

Bank Indonesia sebelumnya memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan kenaikan BI Rate tidak otomatis langsung diikuti kenaikan bunga KPR secara penuh oleh perbankan.

Menurutnya, bank tetap mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menyesuaikan bunga kredit, mulai dari kondisi likuiditas, persaingan pasar, hingga strategi bisnis masing-masing lembaga keuangan.

“Secara historis, kenaikan BI Rate juga tidak selalu diteruskan satu banding satu ke bunga KPR,” ujar Ferry dalam keterangannya.


Dampak ke Cicilan KPR Tidak Langsung Terasa

Ferry menjelaskan transmisi kenaikan suku bunga acuan ke bunga kredit biasanya membutuhkan waktu.

Artinya, meski BI Rate naik, cicilan KPR masyarakat tidak langsung otomatis meningkat pada saat yang sama.

“Biasanya terdapat jeda waktu sebelum perubahan BI Rate diteruskan ke bunga kredit. Lamanya berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing bank,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik menghadapi kenaikan suku bunga acuan tersebut.


Simulasi Kenaikan Cicilan KPR

Ferry memberikan ilustrasi sederhana terkait dampak kenaikan bunga KPR terhadap cicilan bulanan.

Baca Juga :  Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Bank Indonesia, Ini Pernyataan Pemerintah

Jika seseorang memiliki pinjaman KPR sebesar Rp1 miliar dengan tenor 15 tahun:

  • bunga kredit 9 persen menjadi 9,25 persen, maka cicilan naik sekitar Rp150 ribu per bulan.
  • bunga kredit naik menjadi 9,5 persen, tambahan cicilan diperkirakan sekitar Rp300 ribu per bulan.

Meski terlihat kecil secara nominal, kenaikan tersebut tetap menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat, khususnya kelas menengah yang juga menghadapi kenaikan kebutuhan hidup lainnya.

“Tambahan cicilan tetap menjadi faktor penting dalam keputusan membeli rumah,” ujar Ferry.


Dampak Psikologis Lebih Cepat Terasa

Menurut Ferry, dampak awal kenaikan BI Rate biasanya lebih terasa secara psikologis dibanding finansial.

Pasalnya, masyarakat cenderung lebih berhati-hati mengambil keputusan pembelian properti setelah mendengar adanya kenaikan suku bunga.

Sementara dampak nyata terhadap penjualan properti umumnya baru terlihat beberapa bulan kemudian karena proses pembelian rumah membutuhkan waktu yang cukup panjang.


Tips Sebelum Mengambil KPR

Di tengah potensi kenaikan bunga kredit, masyarakat disarankan lebih cermat sebelum mengambil KPR.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • memastikan cicilan tetap sesuai kemampuan finansial,
  • memiliki dana darurat,
  • memilih tenor yang realistis,
  • membandingkan program KPR antarbank,
  • mempertimbangkan skema fixed rate lebih panjang.

Selain itu, calon pembeli rumah juga bisa memanfaatkan waktu untuk memperbesar uang muka atau memperbaiki profil keuangan sebelum mengajukan kredit.

Baca Juga :  Tabungan Bunga Tinggi 2026, Ini Bank dengan Imbal Hasil Terbesar

“Keputusan membeli rumah sebaiknya tetap didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan finansial jangka panjang,” kata Ferry.


Kenaikan BI Rate dan Pengaruhnya ke Properti

Kebijakan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor penting dalam industri properti karena memengaruhi biaya pinjaman masyarakat.

Meski demikian, pengembang dan perbankan biasanya tetap menghadirkan berbagai promo untuk menjaga daya beli konsumen di tengah kondisi suku bunga yang berubah.

Program seperti DP ringan, bunga tetap, hingga tenor panjang masih menjadi strategi utama untuk menarik minat pembeli rumah.


FAQ

Apa itu BI Rate?

BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia sebagai instrumen kebijakan moneter.

Mengapa BI Rate naik?

Kenaikan BI Rate biasanya dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah.

Apakah cicilan KPR otomatis naik?

Tidak selalu. Bank biasanya membutuhkan waktu sebelum menyesuaikan bunga kredit.

Berapa perkiraan kenaikan cicilan KPR?

Untuk pinjaman Rp1 miliar tenor 15 tahun, kenaikan cicilan diperkirakan sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

Apa yang harus diperhatikan sebelum mengambil KPR?

Pastikan kemampuan finansial stabil, memiliki dana darurat, dan memilih skema kredit yang sesuai kebutuhan jangka panjang.

Berita Terkait

Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya
Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Berpeluang Naik, Ini Penjelasan Pemerintah
BGN Ubah Skema Insentif SPPG, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Wall Street Tertekan, Harga Minyak dan Treasury Jadi Sorotan Investor AS, Investor Mulai Waspada
Rincian Gaji Manajer Kopdes 2026: Gaji Pokok, Tunjangan hingga Uang Makan
Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain
Michael Dell Naik Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia, Salip Zuckerberg
BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Belanja Pegawai Daerah Tak Wajib 30% pada 2027? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Berpeluang Naik, Ini Penjelasan Pemerintah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 23:32 WIB

Wall Street Tertekan, Harga Minyak dan Treasury Jadi Sorotan Investor AS, Investor Mulai Waspada

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Rincian Gaji Manajer Kopdes 2026: Gaji Pokok, Tunjangan hingga Uang Makan

Berita Terbaru