Harga BBM Naik, Hyundai Optimistis Pasar Mobil Listrik Indonesia Makin Tumbuh pada 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku pada Juni 2026 diperkirakan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Kondisi tersebut dimanfaatkan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) untuk memperkuat optimisme terhadap perkembangan industri mobil listrik nasional yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan sangat besar.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa meskipun industri otomotif saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi, prospek kendaraan listrik tetap menjanjikan. Menurutnya, masyarakat kini semakin mempertimbangkan efisiensi biaya operasional kendaraan di tengah meningkatnya harga energi dan biaya hidup.

Kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menjadi perhatian utama pelaku industri otomotif. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut membuat biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar konvensional semakin tinggi sehingga mendorong sebagian konsumen mencari alternatif transportasi yang lebih hemat.

Selain faktor harga BBM, Hyundai juga mencermati berbagai tantangan lain yang memengaruhi pasar otomotif nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada di level 5,5 persen menjadi faktor yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Meski demikian, Hyundai tetap yakin bahwa pasar kendaraan listrik mampu berkembang lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional.

Persaingan yang semakin ketat di industri kendaraan listrik justru dianggap sebagai perkembangan positif. Semakin banyak merek yang masuk ke pasar Indonesia dinilai akan memperluas pilihan konsumen dan mempercepat edukasi mengenai manfaat kendaraan listrik. Hyundai sendiri berkomitmen meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan layanan purna jual, memperkuat dukungan pembiayaan melalui Hyundai Capital, serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Honda Super-ONE 2026 Laris, 132 Unit Dipesan dalam Sehari

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan bahwa penjualan wholesales kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) selama Januari hingga Mei 2026 mencapai lebih dari 57 ribu unit secara nasional. Angka tersebut mencerminkan tren pertumbuhan yang terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Pemerintah saat ini juga tengah mempersiapkan program insentif kendaraan listrik yang direncanakan mulai berlaku pada Juli 2026. Program tersebut diproyeksikan memiliki kuota awal sekitar 100.000 unit kendaraan listrik dan dapat ditingkatkan sesuai perkembangan permintaan pasar. Salah satu skema yang sedang dibahas adalah pemberian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk menjaga keterjangkauan harga kendaraan listrik di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mengkaji pemberian insentif yang berbeda berdasarkan teknologi baterai yang digunakan. Kendaraan listrik berbasis baterai nikel diperkirakan memperoleh dukungan lebih besar karena sejalan dengan agenda hilirisasi sumber daya mineral nasional. Kebijakan tersebut berpotensi memberikan keuntungan tambahan bagi produsen yang telah membangun rantai pasok kendaraan listrik secara terintegrasi di Indonesia.

Sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik nasional, Hyundai telah menginvestasikan sekitar US$3 miliar untuk mengembangkan industri EV di Indonesia. Investasi tersebut mencakup produksi baterai, manufaktur kendaraan, hingga distribusi produk melalui berbagai perusahaan yang berada dalam jaringan Hyundai. Langkah ini menunjukkan keseriusan Hyundai dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku 2026

Dari sisi penjualan, Hyundai mencatat kinerja positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Penjualan wholesales mencapai 7.816 unit, sementara penjualan ritel mencapai 7.736 unit. Dengan dukungan insentif pemerintah, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta tingginya harga BBM, Hyundai meyakini semester kedua tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

Bagi konsumen, kendaraan listrik kini tidak hanya dipandang sebagai simbol teknologi modern, tetapi juga solusi untuk mengurangi biaya operasional harian. Ketika harga BBM terus mengalami penyesuaian, efisiensi energi yang ditawarkan mobil listrik menjadi daya tarik utama. Kondisi inilah yang diyakini akan mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia beralih ke kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.

FAQ

Apakah kenaikan harga BBM memengaruhi minat membeli mobil listrik?
Ya. Biaya operasional kendaraan berbahan bakar fosil menjadi lebih tinggi sehingga mobil listrik semakin menarik dari sisi penghematan.

Berapa penjualan mobil listrik Indonesia pada Januari-Mei 2026?
Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan wholesales BEV mencapai sekitar 57.087 unit.

Kapan insentif mobil listrik terbaru mulai berlaku?
Pemerintah menargetkan program insentif kendaraan listrik mulai berjalan pada Juli 2026.

Berapa investasi Hyundai untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia?
Hyundai telah menginvestasikan sekitar US$3 miliar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi.

Mengapa mobil listrik semakin diminati?
Karena biaya operasional lebih rendah, ramah lingkungan, dan didukung berbagai insentif pemerintah. Tim

Berita Terkait

Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli
J5 EV Laris Manis, Jaecoo Buka Peluang Hadirkan Mobil Listrik Baru
BYD Siapkan Sedan Listrik Ultra-Mewah, Pintu Belakang Ala Rolls-Royce
Honda CB500 Resmi Meluncur, Moge 501 Cc Harga Rp50 Jutaan Punya Fitur Modern
Royal Enfield Bear 650 Cocok untuk Sunmori, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Bentley Torcal Meluncur, SUV Listrik Pertama dengan Tenaga 888 PS
Simulasi Kredit VinFast Evo, Feliz II dan Viper: Cicilan Mulai Rp600 Ribu
Tata Sierra Dark Edition Resmi Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasinya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WIB

Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli

Sabtu, 26 September 2026 - 02:00 WIB

J5 EV Laris Manis, Jaecoo Buka Peluang Hadirkan Mobil Listrik Baru

Jumat, 25 September 2026 - 22:00 WIB

BYD Siapkan Sedan Listrik Ultra-Mewah, Pintu Belakang Ala Rolls-Royce

Jumat, 25 September 2026 - 19:00 WIB

Honda CB500 Resmi Meluncur, Moge 501 Cc Harga Rp50 Jutaan Punya Fitur Modern

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIB

Royal Enfield Bear 650 Cocok untuk Sunmori, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Berita Terbaru