Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH – Kepastian mengenai perpanjangan kontrak, status kepegawaian, hingga mekanisme gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan PPPK paruh waktu masih menjadi perhatian besar di Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh saat ini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait regulasi terbaru yang akan menjadi dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sungai Penuh. Sejumlah daerah di Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, terutama terkait kemampuan keuangan daerah dalam membiayai kebutuhan penggajian PPPK. Karena itu, berbagai opsi solusi tengah dibahas di tingkat nasional untuk memastikan hak para PPPK tetap terpenuhi.

Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Sungai Penuh, Reno Hanjoni, menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menunggu kejelasan mengenai sumber pendanaan yang akan digunakan ke depan. Salah satu skema yang mengemuka dalam berbagai pembahasan nasional adalah penambahan Transfer ke Daerah (TKD) serta kemungkinan dukungan pembiayaan gaji PPPK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika kebijakan tersebut disetujui pemerintah pusat, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, langkah tersebut juga diyakini mampu memberikan kepastian bagi PPPK yang selama ini menunggu kejelasan terkait hak dan kesejahteraan mereka.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran! Menkeu Purbaya Pilih Mutasi Pegawai Ketimbang Rekrut PNS Baru

Sementara itu, Kepala BKPSDM Sungai Penuh, Affan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi teknis terbaru yang diterbitkan pemerintah pusat terkait masa kontrak kerja, status kepegawaian, maupun sistem penggajian PPPK paruh waktu. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan berbagai persiapan agar dapat segera menyesuaikan diri begitu aturan resmi diterbitkan.

Pemkot Sungai Penuh juga terus aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan agar setiap perkembangan kebijakan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti demi kepentingan para PPPK yang telah lama mengabdi di berbagai sektor pelayanan publik.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperjuangkan kepastian status dan kesejahteraan PPPK. Menurutnya, ASN dan PPPK memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat sehingga hak-hak mereka harus mendapatkan perhatian serius.

Komitmen tersebut diperkuat melalui partisipasi Pemkot Sungai Penuh dalam rapat koordinasi bersama DPR RI dan kementerian terkait. Dalam forum tersebut dibahas berbagai isu strategis seperti status PPPK paruh waktu, masa kontrak kerja, skema penggajian, hingga kemungkinan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Hujan Guyur Sungai Penuh Sore Ini, Asap Pekat Mulai Mereda

Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam reformasi birokrasi nasional, khususnya dalam penataan tenaga non-ASN. Ribuan PPPK di berbagai daerah, termasuk Kota Sungai Penuh, kini menantikan keputusan pemerintah pusat yang diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, jaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, serta peluang pengembangan karier yang lebih baik di masa mendatang.

FAQ Seputar Gaji dan Kontrak PPPK 2026

Apakah gaji PPPK Sungai Penuh sudah dipastikan?

Belum. Pemerintah daerah masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait mekanisme penggajian PPPK, khususnya PPPK paruh waktu.

Apakah kontrak PPPK akan diperpanjang?

Hingga saat ini belum ada aturan teknis terbaru yang mengatur masa kontrak PPPK. Keputusan final masih menunggu pemerintah pusat.

Mengapa gaji PPPK menjadi persoalan?

Karena banyak daerah menghadapi keterbatasan fiskal sehingga membutuhkan dukungan kebijakan dan pendanaan dari pemerintah pusat.

Apa solusi yang sedang dibahas pemerintah?

Beberapa opsi yang dibahas antara lain penambahan Transfer ke Daerah (TKD) dan kemungkinan pembiayaan gaji PPPK melalui APBN.

Apa harapan Pemkot Sungai Penuh?

Pemerintah daerah berharap kebijakan pusat nantinya dapat memberikan kepastian status, perlindungan hukum, dan kesejahteraan bagi seluruh PPPK. (Tim)

Berita Terkait

Juara Run 2.0 Sungai Penuh 2026 Diikuti 500 Pelari, Hadiah dan Doorprize Capai Rp38 Juta
Jalan M. Yamin Pasar Tanjung Bajure Segera Diaspal, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Rp1,2 Miliar
Jalan Tapan–Sungai Penuh Sudah Bisa Dilalui, Antrean BBM Terlihat di SPBU Pelayang Raya
Pengurus PKPS Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Tekankan Kerukunan dan Budaya
Ini Perkembangan Terbaru Nasib Perpanjangan Kontrak 1.513 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Dari BKPSDM
Kekayaan Bovi Handriyanto, Kadis Pendidikan Sungai Penuh yang Baru Dilantik, Tembus Rp2,18 Miliar
BREAKING NEWS: Lima Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Ini Nama-namanya
Gaji PPPK Sungai Penuh 2027 Tetap Dianggarkan APBD, DPRD Tunggu Aturan Pusat
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:34 WIB

Juara Run 2.0 Sungai Penuh 2026 Diikuti 500 Pelari, Hadiah dan Doorprize Capai Rp38 Juta

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Jalan M. Yamin Pasar Tanjung Bajure Segera Diaspal, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jalan Tapan–Sungai Penuh Sudah Bisa Dilalui, Antrean BBM Terlihat di SPBU Pelayang Raya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Pengurus PKPS Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Tekankan Kerukunan dan Budaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ini Perkembangan Terbaru Nasib Perpanjangan Kontrak 1.513 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Dari BKPSDM

Berita Terbaru