Pemerintah Siapkan Penghematan Besar pada 2027, Ini Strategi Menkeu Purbaya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pemerintah berencana melakukan penghematan belanja negara secara besar-besaran pada tahun 2027. Langkah tersebut terlihat dari pemaparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan konsumsi pemerintah akan berada pada kisaran 4,3 persen hingga 7,7 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding outlook tahun 2026 yang diperkirakan mencapai 8,4 persen hingga 10 persen.

Belanja Pemerintah Diproyeksikan Lebih Moderat

Pemerintah pusat merencanakan belanja sebesar Rp1.059,3 triliun pada 2027. Sementara itu, dana Transfer ke Daerah (TKD) ditetapkan sebesar Rp306,1 triliun.

Menurut Purbaya, strategi efisiensi dan refocusing anggaran menjadi salah satu langkah utama pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 sampai dengan 6,5 persen dengan trajektori menuju 8 persen pada tahun 2029,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan ditopang oleh percepatan investasi, khususnya pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Baca Juga :  DJP Hapus Denda SPT Tahunan hingga 30 April 2026

Fokus Dorong Investasi Nasional

Meski melakukan efisiensi anggaran, pemerintah tetap menargetkan peningkatan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus menjalankan strategi debottlenecking untuk menghapus berbagai hambatan investasi di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, penguatan kepastian hukum, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dan lembaga.

“Berbagai hambatan struktural yang selama ini menghambat realisasi investasi akan dihilangkan,” katanya.

Efisiensi Anggaran Jadi Strategi Utama

Kebijakan penghematan belanja dinilai penting di tengah tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Pemerintah juga ingin memastikan APBN tetap sehat dan mampu mendukung program prioritas nasional tanpa membebani fiskal negara secara berlebihan.

Dengan belanja yang lebih selektif, pemerintah berharap dana negara dapat diarahkan ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tantangan Ekonomi 2027

Beberapa tantangan ekonomi yang diperkirakan masih membayangi Indonesia pada 2027 antara lain:

  • Ketidakpastian ekonomi global
  • Fluktuasi nilai tukar rupiah
  • Tingginya harga energi dunia
  • Perlambatan ekonomi negara mitra dagang
  • Tekanan terhadap fiskal negara
Baca Juga :  Prediksi IHSG Hari Ini Selasa: Uji Resistance 7.856, Analis Rekomendasikan Buy on Weakness

Karena itu, efisiensi dan optimalisasi investasi dianggap menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

FAQ

Mengapa pemerintah melakukan efisiensi belanja pada 2027?

Pemerintah ingin menjaga kesehatan APBN sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Berapa target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027?

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Berapa belanja pemerintah pusat yang direncanakan pada 2027?

Belanja pemerintah pusat direncanakan sebesar Rp1.059,3 triliun.

Apa itu debottlenecking investasi?

Debottlenecking adalah upaya menghapus hambatan investasi seperti birokrasi rumit, perizinan lambat, dan kendala regulasi.

Apa tujuan utama efisiensi anggaran?

Agar belanja negara lebih tepat sasaran, menjaga stabilitas fiskal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Berita Terkait

Terungkap! Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax
Jangan Dipangkas! Ini 3 Asuransi Penting Saat Ekonomi Sedang Berat
Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap
Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%
The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%, Rupiah dan Investasi RI Bersiap Hadapi Tekanan Dolar AS
BBM Nonsubsidi Naik Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Tembus Rp16.250
BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Lagi, Ambil KPR Sekarang atau Tunggu? Ini Hitung-Hitungannya
BGN Setop Penambahan Dapur MBG
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:08 WIB

Pemerintah Siapkan Penghematan Besar pada 2027, Ini Strategi Menkeu Purbaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Jangan Dipangkas! Ini 3 Asuransi Penting Saat Ekonomi Sedang Berat

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:11 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%, Rupiah dan Investasi RI Bersiap Hadapi Tekanan Dolar AS

Berita Terbaru