IHSG Melonjak Dekati 6.000! Saham BBCA, BMRI hingga BREN Kompak Terbang Usai BI Rate Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu melesat 2,71 persen atau naik 155,73 poin ke level 5.902, memperpanjang reli setelah sehari sebelumnya juga mencatat kenaikan tajam.

Kenaikan ini membuat optimisme pelaku pasar kembali meningkat setelah beberapa pekan terakhir dihantui tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah. Mayoritas saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan indeks pada perdagangan hari ini.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 600 saham menguat, 156 saham melemah, dan 203 saham bergerak stagnan. Dominasi saham yang berada di zona hijau mencerminkan sentimen positif yang mulai kembali mengalir ke pasar modal Indonesia.

Salah satu bintang utama perdagangan adalah saham BBCA yang melonjak 9,71 persen ke level Rp5.650. Kenaikan ini menjadikan BBCA sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap penguatan IHSG. Selain itu, saham BMRI naik 4,16 persen menjadi Rp4.260, sementara BBRI menguat 3,23 persen ke Rp2.880.

Tidak hanya sektor perbankan, saham energi dan teknologi juga turut menopang penguatan pasar. Saham BREN naik 3,18 persen ke Rp4.220, sedangkan DCII menguat 3,83 persen menjadi Rp180.150. Saham TLKM bahkan melesat 7,25 persen ke Rp2.810.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.611, Harga Minyak di Atas US$100: Apa Dampaknya bagi Harga BBM dan Ekonomi Indonesia?

Penguatan pasar kali ini tidak lepas dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor global.

Selain kenaikan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga meningkatkan imbal hasil SRBI berbagai tenor, memberikan insentif hedging bagi investor asing, serta memperkuat operasi moneter di pasar rupiah dan valuta asing. Kombinasi kebijakan ini dinilai mampu mendorong arus modal asing kembali masuk ke pasar domestik.

Sentimen positif lainnya datang dari koordinasi berbagai lembaga negara dan pelaku industri keuangan yang membahas langkah stabilisasi pasar modal. Salah satu opsi yang menjadi perhatian investor adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang dinilai berpotensi memberikan dukungan tambahan terhadap harga saham sektor perbankan.

Meski demikian, analis tetap mengingatkan investor agar memperhatikan risiko global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia dan perkembangan ekonomi internasional. Kendati IHSG berhasil mendekati level psikologis 6.000, volatilitas pasar masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek sehingga strategi investasi yang terukur tetap diperlukan.

Baca Juga :  Toyota Hadirkan Vios, Yaris Cross, dan Alphard Hybrid di IIMS 2026

FAQ

Mengapa IHSG naik tajam hari ini?

Kenaikan dipicu oleh sentimen positif setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen dan meluncurkan berbagai kebijakan pendukung stabilisasi rupiah.

Saham apa yang paling mendorong kenaikan IHSG?

Saham BBCA, BMRI, BBRI, BREN, TLKM, dan DCII menjadi kontributor utama penguatan indeks.

Apakah kenaikan BI Rate selalu buruk bagi saham?

Tidak selalu. Jika kenaikan suku bunga mampu menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, investor justru dapat merespons positif seperti yang terjadi saat ini.

Apakah IHSG berpotensi kembali ke level 6.000?

Secara teknikal peluang tersebut terbuka jika sentimen positif tetap berlanjut dan arus dana asing terus masuk ke pasar saham Indonesia.

Saham sektor apa yang menarik diperhatikan?

Sektor perbankan, telekomunikasi, energi, dan teknologi menjadi sektor yang paling menonjol pada perdagangan hari ini. Tim

Berita Terkait

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Berita Terbaru

Bisnis

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar

Sabtu, 31 Okt 2026 - 21:00 WIB