Jakarta – Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain menawarkan tingkat risiko yang rendah, deposito juga memberikan kepastian imbal hasil yang telah ditentukan sejak awal penempatan dana. Dengan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), instrumen ini menjadi pilihan menarik bagi investor konservatif yang mengutamakan keamanan dana.
Memasuki awal Juni 2026, bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara masih mempertahankan tingkat suku bunga deposito mereka. Kebijakan ini dilakukan di tengah kondisi pasar keuangan yang masih dipengaruhi oleh arah suku bunga acuan Bank Indonesia dan dinamika ekonomi global. Stabilitas bunga deposito tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin menyimpan dana dalam jangka pendek hingga menengah.
Untuk deposito di BRI, nasabah dapat membuka rekening dengan setoran awal mulai Rp1 juta melalui layanan digital. BRI menawarkan bunga deposito sebesar 3,25% hingga 3,35% untuk tenor satu bulan. Sementara itu, tenor tiga bulan menjadi yang paling menarik karena menawarkan imbal hasil hingga 3,50%. Untuk tenor enam bulan hingga 36 bulan, bunga deposito berada pada level 3,00%.
Sementara itu, BNI menetapkan setoran awal deposito mulai Rp5 juta. Untuk tenor satu bulan, bunga yang diberikan sebesar 2,25%. Nasabah yang memilih tenor tiga bulan akan memperoleh bunga 2,50%, sedangkan tenor enam bulan menawarkan imbal hasil tertinggi sebesar 2,75%. Untuk tenor 12 bulan dan 24 bulan, bunga kembali berada pada level 2,50%.
Bank Mandiri juga mempertahankan suku bunga yang relatif stabil. Untuk deposito dengan tenor satu bulan dan tiga bulan, bunga yang ditawarkan sebesar 2,25%. Sedangkan tenor enam bulan hingga 24 bulan memperoleh bunga sebesar 2,50%. Nasabah dapat membuka deposito mulai dari Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta melalui kantor cabang.
Jika dibandingkan secara keseluruhan, BRI menjadi bank dengan bunga deposito tertinggi di antara tiga bank BUMN tersebut, terutama untuk tenor tiga bulan yang mencapai 3,50%. Kondisi ini menjadikan BRI sebagai pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memperoleh imbal hasil lebih besar tanpa harus mengambil risiko tinggi seperti investasi saham atau aset kripto.
Meski demikian, calon investor tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas sebelum memilih tenor deposito. Semakin panjang tenor yang dipilih, semakin kecil fleksibilitas dalam menarik dana sebelum jatuh tempo. Karena itu, penting untuk menyesuaikan jangka waktu deposito dengan tujuan keuangan masing-masing.
Analis memperkirakan produk deposito masih akan menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati sepanjang 2026. Selain menawarkan keamanan, deposito juga cocok digunakan sebagai sarana diversifikasi portofolio ketika kondisi pasar keuangan sedang bergejolak.
Daftar Bunga Deposito Terbaru Juni 2026
| Tenor | BRI | BNI | Mandiri |
|---|---|---|---|
| 1 Bulan | 3,25%–3,35% | 2,25% | 2,25% |
| 3 Bulan | 3,50% | 2,50% | 2,25% |
| 6 Bulan | 3,00% | 2,75% | 2,50% |
| 12 Bulan | 3,00% | 2,50% | 2,50% |
| 24 Bulan | 3,00% | 2,50% | 2,50% |
FAQ
Apakah deposito masih menguntungkan pada 2026?
Ya. Deposito tetap menarik bagi investor yang mengutamakan keamanan dana dan kepastian imbal hasil dibandingkan potensi keuntungan tinggi dengan risiko besar.
Bank mana yang menawarkan bunga deposito tertinggi?
BRI menawarkan bunga deposito tertinggi hingga 3,50% untuk tenor tiga bulan.
Berapa setoran awal minimal deposito?
BRI dan Mandiri menyediakan pembukaan deposito digital mulai Rp1 juta, sedangkan BNI menetapkan setoran awal mulai Rp5 juta.
Apakah dana deposito aman?
Dana deposito dijamin oleh LPS selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Deposito cocok untuk siapa?
Deposito cocok bagi investor konservatif, pensiunan, maupun masyarakat yang ingin menyimpan dana darurat dengan risiko rendah dan imbal hasil yang pasti. (Tim)









