Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan terakhir Mei 2026 ditutup dengan tekanan cukup besar. Sejumlah emiten papan utama hingga saham yang ramai diperbincangkan investor ritel kompak mengalami penurunan tajam, bahkan ada yang merosot lebih dari 30% dalam sepekan.
Di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham-saham seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk. ikut terseret ke dalam daftar top losers. Kondisi ini terjadi seiring derasnya aksi jual investor asing yang masih membayangi pasar modal Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan IHSG ditutup melemah 0,56% ke level 6.127,38 pada akhir pekan. Tidak hanya indeks yang terkoreksi, aktivitas perdagangan juga melambat dengan penurunan frekuensi dan volume transaksi dibandingkan pekan sebelumnya.
Saham yang mencatatkan penurunan terdalam adalah PT Asia Sejahtera Mina Tbk.. Emiten tersebut anjlok hingga 37,85% dalam sepekan dan menjadi penghuni posisi pertama daftar saham paling merugi. Penurunan tajam ini menjadi sorotan karena jauh melampaui pelemahan rata-rata pasar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Pacific Strategic Financial Tbk. yang turun 27,14%, disusul PT LCK Global Kedaton Tbk. yang melemah 24,82%. Sementara itu, PT MNC Digital Entertainment Tbk. dan PT Dafam Property Indonesia Tbk. masing-masing terkoreksi lebih dari 23%.
Perhatian investor juga tertuju pada saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. yang ambles 22,10% menjadi 705 per saham. Koreksi tersebut membuat FORE masuk dalam jajaran saham dengan penurunan terbesar pekan ini.
Tak hanya saham berkapitalisasi kecil, emiten yang cukup populer di kalangan investor ritel juga mengalami tekanan. Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk. turun 21,71%, sementara PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. melemah 20%. Adapun saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. atau pengelola jaringan Alfamart ikut masuk daftar top losers setelah merosot 19,30%.
Tekanan pada pasar saham domestik juga terlihat dari aksi investor asing yang masih melakukan penjualan besar-besaran. Sepanjang pekan ini, investor asing membukukan jual bersih atau net sell sekitar Rp8,52 triliun. Sementara sejak awal tahun 2026, total net sell asing telah mencapai hampir Rp54 triliun.
Analis menilai pergerakan pasar pada pekan depan masih akan dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga, nilai tukar rupiah, serta aliran dana asing. Investor pun diminta tetap mencermati fundamental emiten sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini
- ASPR (-37,85%)
- APIC (-27,14%)
- LCKM (-24,82%)
- MSIN (-24,07%)
- DFAM (-23,57%)
- FORE (-22,10%)
- BANK (-21,71%)
- MDIA (-20,91%)
- SSMS (-20,00%)
- AMRT (-19,30%)
FAQ
Mengapa IHSG melemah pekan ini?
IHSG tertekan oleh aksi jual investor asing, sentimen ekonomi global, dan melemahnya minat transaksi pasar.
Saham apa yang turun paling dalam?
ASPR menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 37,85% dalam sepekan.
Berapa nilai net sell investor asing?
Investor asing mencatatkan jual bersih sekitar Rp8,52 triliun selama pekan ini.
Apakah saham yang turun tajam bisa rebound?
Potensi rebound tetap ada, namun investor perlu memperhatikan kinerja fundamental dan sentimen pasar yang memengaruhi saham tersebut.









