Jakarta – Gelaran Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ladang cuan baru bagi emiten media dan teknologi di Indonesia. Sejumlah saham yang bergerak di sektor penyiaran, streaming, hingga telekomunikasi mulai dilirik investor karena berpotensi menikmati lonjakan iklan dan trafik digital selama ajang sepak bola terbesar di dunia itu berlangsung.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX). Emiten ini menyiapkan platform streaming FolaPlay untuk menayangkan konten Piala Dunia 2026 bekerja sama dengan TVRI dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
TVRI diketahui memegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia. Dalam kerja sama tersebut, FolaPlay dipercaya menjadi platform digital untuk distribusi konten dan penayangan iklan berbasis OTT atau over the top. Langkah ini dinilai bisa membuka peluang besar bagi IRSX untuk mendulang pengguna baru sekaligus meningkatkan pendapatan digital perusahaan.
Direktur Utama Folago Global Nusantara, Subioto Jingga, mengatakan momentum Piala Dunia tidak ingin disia-siakan. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dunia menjadi peluang emas untuk mendongkrak jumlah subscriber hingga jutaan pengguna.
FolaPlay sendiri dijadwalkan meluncur pada awal Juni 2026, berdekatan dengan dimulainya Piala Dunia yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Kehadiran platform streaming lokal ini disebut bakal menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menikmati pertandingan melalui perangkat mobile.
Analis Retail Research Sinarmas Sekuritas, Dipta Daniswara, menilai posisi IRSX cukup strategis. Sebab, TVRI belum memiliki infrastruktur OTT dan mobile streaming yang kuat sehingga FolaPlay bisa menjadi pelengkap penting dalam distribusi tayangan digital.
Selain IRSX, sejumlah emiten media lain seperti SCMA dan EMTK juga diprediksi mendapat berkah besar. Kenaikan trafik penonton selama Piala Dunia biasanya diikuti lonjakan permintaan iklan dari berbagai brand besar, mulai dari produk konsumer, teknologi, hingga otomotif.
Tak hanya media, sektor telekomunikasi dan data center juga diperkirakan ikut terdongkrak karena tingginya penggunaan internet selama pertandingan berlangsung. Sementara sektor makanan dan minuman berpotensi mengalami peningkatan penjualan akibat ramainya aktivitas nonton bareng.
Meski begitu, investor tetap diminta waspada. Berdasarkan catatan historis, periode Piala Dunia kerap diwarnai penurunan aktivitas transaksi pasar saham karena perhatian investor terpecah ke agenda olahraga global tersebut.
Analis menyarankan strategi trading jangka pendek lebih cocok diterapkan untuk memanfaatkan momentum saham media menjelang Piala Dunia 2026. Pasalnya, saham yang sudah naik tinggi sebelum event berlangsung biasanya rentan terkena aksi profit taking saat turnamen dimulai.
FAQ
Apa saham yang diprediksi diuntungkan dari Piala Dunia 2026?
Beberapa saham yang disebut berpotensi diuntungkan adalah IRSX, SCMA, EMTK, dan WIFI karena terkait sektor media, streaming, dan digital.
Mengapa Piala Dunia bisa mempengaruhi saham media?
Karena selama Piala Dunia biasanya terjadi lonjakan penonton, trafik internet, dan belanja iklan yang meningkatkan pendapatan perusahaan media.
Apa itu FolaPlay?
FolaPlay adalah platform streaming OTT milik PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) yang akan menayangkan konten Piala Dunia 2026 bersama TVRI.
Apakah saham media layak dikoleksi sekarang?
Analis menilai momentum Piala Dunia bisa menjadi sentimen positif jangka pendek, tetapi investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas pasar.
Kapan Piala Dunia 2026 berlangsung?
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. (Tim)









