Jakarta-Pasar aset kripto pada Selasa, 26 Mei 2026 kembali menjadi perhatian investor setelah sejumlah altcoin mencatat lonjakan harga fantastis di tengah pergerakan stabil Bitcoin. Rotasi dana besar-besaran dari investor institusi ke sektor altcoin dan meme coin membuat perdagangan kripto hari ini dipenuhi volatilitas tinggi sekaligus peluang cuan jangka pendek yang menarik perhatian trader retail maupun whale global.
Harga Bitcoin tercatat naik tipis sekitar 0,62 persen dan diperdagangkan di kisaran Rp1,37 miliar atau setara 76.826 dolar AS. Meski kenaikannya terbatas, Bitcoin masih mampu mempertahankan level psikologis penting setelah tekanan jual sempat meningkat pada perdagangan awal pekan. Sementara itu, Ethereum bergerak stabil di area 2.098 dolar AS dan BNB bertahan di level 658 dolar AS.
Di tengah pergerakan Bitcoin yang cenderung datar, sektor altcoin justru mengalami lonjakan eksplosif. Marlin menjadi aset paling bersinar hari ini setelah meroket lebih dari 84 persen hanya dalam 24 jam terakhir. Selain itu, Drift ikut melesat sekitar 36 persen, disusul Polymath dan Phala Network yang sama-sama mencatat kenaikan di atas 30 persen. Lonjakan ini dipicu meningkatnya minat investor terhadap proyek blockchain berbasis AI, DeFi, dan infrastruktur Web3 generasi baru.
Fenomena altcoin rally ini terjadi seiring keluarnya dana besar dari ETF Bitcoin dan Ethereum. Investor institusi dilaporkan mulai memindahkan modal ke aset dengan potensi pertumbuhan lebih agresif seperti Hyperliquid dan XRP. Arus dana ke ETF Hyperliquid bahkan disebut mencapai 72 juta dolar AS dalam sehari, menunjukkan bahwa pasar mulai memburu proyek dengan volume transaksi dan aktivitas on-chain yang sedang meningkat tajam.
Aktivitas whale juga ikut memanaskan pasar kripto hari ini. Data analitik blockchain menunjukkan sejumlah investor besar mulai membuka posisi leverage bernilai jutaan dolar pada Dogecoin dan Chainlink. Aksi akumulasi besar tersebut memicu spekulasi bahwa pasar sedang memasuki fase awal altseason baru setelah sebelumnya Bitcoin mendominasi reli sepanjang kuartal pertama 2026.
Meski banyak aset mengalami kenaikan besar, tekanan jual masih menghantui beberapa token tertentu. SKYAI menjadi salah satu aset dengan penurunan terdalam setelah anjlok lebih dari 25 persen dalam sehari. Sementara OpenEden turun sekitar 16 persen akibat aksi ambil untung besar-besaran dan melemahnya volume transaksi di pasar Asia.
Selain faktor teknikal, sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan teknologi blockchain terbaru. Mysten Labs mengumumkan fitur privasi baru pada jaringan Sui yang memungkinkan transaksi stablecoin berlangsung secara otomatis dan lebih rahasia. Inovasi ini dinilai dapat menarik minat institusi besar yang membutuhkan keamanan dan privasi transaksi di tengah meningkatnya pengawasan regulator global terhadap industri aset digital.
Pelaku pasar kini menantikan data ekonomi penting Amerika Serikat seperti pertumbuhan PDB kuartal pertama dan inflasi inti PCE yang dijadwalkan rilis pekan ini. Jika inflasi mulai melandai, pasar kripto berpotensi kembali reli karena peluang penurunan suku bunga Federal Reserve semakin terbuka. Namun jika data ekonomi masih panas, volatilitas besar diperkirakan kembali menghantam Bitcoin dan altcoin dalam beberapa hari mendatang.
FAQ
Kenapa altcoin naik tajam hari ini?
Kenaikan altcoin dipicu rotasi modal investor dari Bitcoin ke aset berisiko tinggi yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dalam jangka pendek.
Apakah Bitcoin masih bullish?
Secara teknikal Bitcoin masih bertahan di area bullish karena mampu menjaga level harga di atas Rp1,3 miliar.
Apa yang dimaksud altseason?
Altseason adalah kondisi ketika sebagian besar altcoin mengalami kenaikan lebih besar dibanding Bitcoin dalam periode tertentu.
Mengapa whale membeli Dogecoin dan Chainlink?
Whale diperkirakan melihat potensi kenaikan jangka pendek pada sektor meme coin dan proyek utilitas blockchain.
Faktor apa yang paling mempengaruhi pasar kripto minggu ini?
Pasar sangat menunggu data inflasi AS dan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang dapat mempengaruhi aliran dana ke aset berisiko seperti kripto.









