Komdigi Resmi Blokir Polymarket di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia resmi membatasi akses platform prediction market berbasis blockchain, Polymarket, di Indonesia.

Pemerintah menilai aktivitas yang berlangsung di platform tersebut mengandung unsur perjudian online karena melibatkan taruhan uang terhadap hasil suatu peristiwa menggunakan aset kripto.

Pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memberantas praktik judi online digital yang dinilai semakin berkembang melalui teknologi blockchain dan cryptocurrency.

Komdigi Sebut Polymarket Mengandung Unsur Judi

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk judi online di Indonesia.

Menurutnya, aktivitas di Polymarket termasuk kategori taruhan digital karena pengguna mempertaruhkan uang terhadap hasil suatu kejadian yang belum pasti.

Platform tersebut memang dikenal sebagai prediction market berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna memasang prediksi pada berbagai topik seperti:

  • Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kripto
  • Peristiwa global

Prediksi dilakukan menggunakan aset digital atau cryptocurrency.

Situs Polymarket Sudah Tidak Bisa Diakses

Pantauan terbaru menunjukkan situs resmi Polymarket sudah tidak dapat diakses melalui:

  • WiFi
  • Data seluler Indonesia

Saat dibuka, situs menampilkan pesan error atau “situs tidak dapat dijangkau”.

Selain memblokir situs utama, Komdigi juga disebut tengah menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pembatasan akses secara menyeluruh.

Apa Itu Polymarket?

Polymarket merupakan platform prediction market berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna bertaruh terhadap kemungkinan hasil suatu peristiwa.

Baca Juga :  OJK Catat 21 Juta Investor Kripto RI, Indodax Kuasai Hampir Setengah Pasar Digital Indonesia

Contohnya:

  • Siapa pemenang pemilu
  • Harga Bitcoin
  • Kebijakan pemerintah
  • Hasil pertandingan olahraga
  • Kondisi ekonomi global

Pengguna membeli “posisi” tertentu menggunakan aset kripto dan akan memperoleh keuntungan jika prediksi mereka benar.

Karena sistemnya berbasis blockchain, seluruh transaksi tercatat secara transparan di jaringan digital.

Kenapa Polymarket Dipermasalahkan?

Meski menggunakan teknologi blockchain modern, pemerintah Indonesia tetap menganggap aktivitas prediction market sebagai bentuk perjudian.

Alasannya:

  • Ada unsur taruhan uang
  • Ada spekulasi hasil
  • Ada potensi keuntungan finansial
  • Melibatkan ketidakpastian

Dalam regulasi Indonesia, aktivitas seperti ini dianggap melanggar aturan perjudian online.

Sejumlah Negara Juga Blokir Polymarket

Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengambil tindakan terhadap Polymarket.

Beberapa negara Asia yang telah membatasi atau memblokir platform tersebut antara lain:

  • China
  • Thailand
  • Taiwan
  • Jepang
  • Singapura
  • India

Beberapa negara menilai prediction market berisiko memicu aktivitas spekulatif ilegal.

Risiko Judi Online Berbasis Kripto

Pemerintah menilai judi online berbasis kripto memiliki sejumlah risiko serius seperti:

  • Kerugian finansial besar
  • Penyalahgunaan aset digital
  • Pencucian uang
  • Ketergantungan judi online
  • Sulit diawasi regulator

Karena menggunakan blockchain, transaksi di platform seperti Polymarket juga dinilai lebih sulit dilacak dibanding platform konvensional.

Komdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital

Pemblokiran Polymarket menjadi bagian dari kebijakan pengawasan ruang digital yang semakin ketat di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah juga:

  • Memblokir jutaan situs judi online
  • Mengawasi platform digital asing
  • Memanggil penyedia layanan internet
  • Mengkaji regulasi media sosial
Baca Juga :  Emas Antam Sempat Anjlok, Akhir Pekan Ditutup Menguat Rp 2,95 Juta

Langkah ini disebut dilakukan demi melindungi masyarakat dari aktivitas ilegal di internet.

Respons Publik Soal Pemblokiran

Di media sosial, respons masyarakat terhadap pemblokiran Polymarket cukup beragam.

Sebagian mendukung langkah pemerintah karena dianggap melindungi pengguna dari praktik spekulasi berbahaya.

Namun sebagian lainnya menilai prediction market berbeda dengan judi online biasa karena:

  • Sistem lebih transparan
  • Berbasis probabilitas
  • Menggunakan teknologi blockchain

Meski begitu, regulasi di Indonesia tetap mengategorikan aktivitas tersebut sebagai perjudian.

Masyarakat Diminta Hindari Spekulasi Digital

Komdigi mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas taruhan digital berbasis aset kripto.

Pemerintah menilai aktivitas tersebut berpotensi:

  • Melanggar hukum
  • Menyebabkan kerugian ekonomi
  • Memicu kecanduan judi online

Pengguna internet juga diminta lebih berhati-hati terhadap platform digital berbasis spekulasi finansial.

FAQ Polymarket dan Pemblokiran Komdigi

Apa itu Polymarket?

Polymarket adalah platform prediction market berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa.

Kenapa Polymarket diblokir di Indonesia?

Karena pemerintah menilai aktivitas di platform tersebut mengandung unsur judi online berbasis kripto.

Apakah Polymarket legal di Indonesia?

Tidak. Komdigi telah resmi membatasi akses platform tersebut di Indonesia.

Apakah Polymarket menggunakan cryptocurrency?

Ya, transaksi di Polymarket menggunakan aset kripto.

Negara mana saja yang memblokir Polymarket?

Beberapa negara seperti China, India, Thailand, Jepang, dan Singapura juga membatasi atau memblokir platform tersebut.

Berita Terkait

Kabar Baik Guru Honorer, Bakal Dapat Tunjangan Rp2 Juta per Bulan
Aturan Baru OJK: Pengguna Tak Bisa Lagi Punya Banyak PayLater
WFH ASN Jumat Diperpanjang Lagi, Ini Penjelasan Airlangga
BSI Tebar Promo Tabungan Emas, Buka 100 Gram Bonus Emas Fisik
Bitcoin Price Prediction 2026: Analysts Forecast Massive BTC Growth Potential
Putus Kontrak, Ratusan Honorer NTB Terima Tali Asih Rp3,5 Juta
Google I/O 2026 Officially Introduces the Agentic Gemini Era and Autonomous AI
ChatGPT Update 2026 Brings Faster Responses and Smarter AI Tools
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:00 WIB

Kabar Baik Guru Honorer, Bakal Dapat Tunjangan Rp2 Juta per Bulan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB

Komdigi Resmi Blokir Polymarket di Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

Aturan Baru OJK: Pengguna Tak Bisa Lagi Punya Banyak PayLater

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:00 WIB

BSI Tebar Promo Tabungan Emas, Buka 100 Gram Bonus Emas Fisik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:01 WIB

Bitcoin Price Prediction 2026: Analysts Forecast Massive BTC Growth Potential

Berita Terbaru

Ekonomi

Komdigi Resmi Blokir Polymarket di Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:00 WIB