Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, BI Rate Naik Jadi Penyelamat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada Kamis, 21 Mei 2026. Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS di tengah tekanan kuat dari penguatan dolar global. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap harga barang impor, cicilan kredit, hingga biaya kebutuhan industri yang berpotensi meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Meski dibayangi tekanan eksternal, rupiah sebelumnya berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu di level Rp17.629 per dolar AS. Penguatan tersebut didorong sentimen positif domestik setelah pemerintah melakukan efisiensi anggaran dan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin. Kebijakan itu dinilai mampu menjaga kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia.

Penguatan rupiah juga terjadi bersamaan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang ikut terapresiasi terhadap dolar AS. Yuan China, won Korea Selatan, dolar Taiwan, hingga ringgit Malaysia sama-sama mencatat penguatan tipis. Namun tekanan masih terasa karena indeks dolar AS tetap bergerak kuat seiring ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dari Amerika Serikat.

Kenaikan BI Rate menjadi salah satu faktor utama yang membantu menahan pelemahan rupiah lebih dalam. Suku bunga yang lebih tinggi membuat instrumen investasi di Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor asing. Dampaknya, aliran modal asing berpotensi kembali masuk ke pasar obligasi dan saham domestik sehingga membantu stabilitas nilai tukar.

Baca Juga :  Kesempatan Kerja di Swiss untuk WNI Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya

Di sisi lain, pelemahan rupiah tetap membawa dampak langsung terhadap masyarakat. Harga barang elektronik impor seperti iPhone, laptop, hingga komponen otomotif berpotensi naik jika dolar terus menguat. Selain itu, sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor juga diperkirakan menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat memicu inflasi baru.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah menegaskan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan lanjutan dari Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang menjadi penentu utama pergerakan dolar AS. Jika tekanan global terus meningkat, rupiah berpotensi kembali melemah. Namun jika arus modal asing kembali masuk dan inflasi terkendali, peluang penguatan rupiah tetap terbuka dalam jangka menengah.

Baca Juga :  Gubernur Jambi: Rp19 Miliar Uang Nasabah Bank Jambi Terlacak di Kripto, Bank Permata dan Bank Sampoerna

Pergerakan rupiah saat ini juga menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap harga kebutuhan, biaya cicilan, hingga nilai investasi. Oleh sebab itu, banyak analis menyarankan masyarakat lebih bijak mengelola keuangan dan mulai mempertimbangkan instrumen investasi yang tahan terhadap gejolak nilai tukar dan inflasi.

FAQ

Kenapa rupiah diprediksi melemah?

Rupiah mendapat tekanan dari penguatan dolar AS secara global serta ketidakpastian ekonomi dunia.

Berapa prediksi kurs rupiah hari ini?

Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Apa dampak pelemahan rupiah bagi masyarakat?

Harga barang impor, elektronik, hingga biaya bahan baku industri bisa naik sehingga memicu kenaikan harga di pasar.

Apakah kenaikan BI Rate membantu rupiah?

Ya, kenaikan suku bunga acuan membuat aset keuangan Indonesia lebih menarik bagi investor sehingga membantu menjaga stabilitas rupiah.

Target rupiah pemerintah tahun 2027 berapa?

Pemerintah menargetkan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. (Tim)

Berita Terkait

38.796 Rekening Judol Diblokir, OJK Minta Bank Telusuri NIK Pemilik
17 Pejabat Kemenkeu Dilantik Suahasil, Ini Daftar Lengkap dan Jabatannya
Google Mulai Bayar Penerbit Konten, Nilainya Bisa Capai Rp17 Miliar
Diskon Motor Listrik Honda Oktober 2026, CUV e: Dapat Potongan hingga Rp24 Juta
BSU 2026 Rp900.000: Ini Link Resmi dan Cara Cek Penerima Pakai NIK
Lelang Properti BRI 2026 Dibuka, Ada Rumah hingga Apartemen di 74 Lokasi
Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat: 8 Langkah agar Utang Tidak Makin Berat
Noah Shinn, Drop Out 23 Tahun yang Bikin Startup AI Bernilai Rp179 Triliun
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:06 WIB

38.796 Rekening Judol Diblokir, OJK Minta Bank Telusuri NIK Pemilik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00 WIB

17 Pejabat Kemenkeu Dilantik Suahasil, Ini Daftar Lengkap dan Jabatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Google Mulai Bayar Penerbit Konten, Nilainya Bisa Capai Rp17 Miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Diskon Motor Listrik Honda Oktober 2026, CUV e: Dapat Potongan hingga Rp24 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BSU 2026 Rp900.000: Ini Link Resmi dan Cara Cek Penerima Pakai NIK

Berita Terbaru

Uncategorized

KUR Mandiri 2026: Apakah Bisa Tanpa Jaminan? Ini Ketentuannya

Kamis, 8 Okt 2026 - 01:02 WIB