IHSG Ambles 1,85% ke Level 6.599, Investor Mulai Berburu Saham Defensif dan Deposito Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Berdasarkan data penutupan perdagangan yang terlihat di Google Finance, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah hingga 1,85% ke level 6.599,24. Penurunan tajam ini langsung menjadi perhatian investor ritel maupun institusi karena sebelumnya IHSG masih bergerak di area psikologis 6.700. Koreksi dalam sehari mencapai 124 poin membuat banyak investor mulai mencari aset aman seperti emas, deposito bunga tinggi, hingga saham dividen besar.

Penurunan IHSG hari ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Dari pasar internasional, kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi Amerika Serikat kembali memicu aksi jual di pasar negara berkembang. Investor asing terlihat melakukan profit taking pada sejumlah saham perbankan dan teknologi berkapitalisasi besar. Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut memberi tekanan tambahan terhadap pasar modal Indonesia.

Saham sektor teknologi dan perbankan menjadi penyumbang pelemahan terbesar sepanjang perdagangan. Beberapa saham big cap mengalami koreksi cukup dalam akibat aksi jual investor asing. Kondisi ini membuat volume transaksi meningkat tajam menjelang penutupan sesi kedua. Meski sempat mencoba rebound pada sore hari, tekanan jual masih mendominasi hingga akhir perdagangan.

Analis pasar modal menilai koreksi IHSG saat ini masih tergolong wajar karena pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. Investor disarankan untuk tidak panik dan mulai fokus pada saham fundamental kuat dengan kinerja stabil. Saham sektor energi, consumer goods, dan telekomunikasi masih dianggap defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, saham dengan dividen tinggi juga mulai diburu karena dianggap lebih aman saat pasar bergejolak.

Baca Juga :  BEI Ungkap 12 Perusahaan Antre IPO 2026 Peluang Cuan Saham Baru Menggiurkan di Tengah Pasar Lesu

Di tengah penurunan IHSG, pencarian terkait deposito bank, reksa dana pasar uang, dan emas digital meningkat tajam di Google Trends Indonesia. Banyak investor pemula mulai membandingkan keuntungan investasi saham dengan instrumen pendapatan tetap yang menawarkan bunga stabil. Fenomena ini biasanya terjadi ketika volatilitas pasar meningkat dan investor ingin mengurangi risiko portofolio.

Meski IHSG terkoreksi cukup dalam, beberapa analis optimistis pasar saham Indonesia masih memiliki potensi rebound dalam beberapa pekan ke depan. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid didukung inflasi terkendali, pertumbuhan konsumsi domestik, serta stabilitas sektor perbankan nasional. Investor jangka panjang disebut masih memiliki peluang mendapatkan harga saham diskon selama fase koreksi berlangsung.

Bagi investor harian atau trader, kondisi pasar seperti saat ini justru dianggap membuka peluang trading jangka pendek. Namun manajemen risiko tetap menjadi faktor utama karena volatilitas diperkirakan masih tinggi hingga ada kepastian arah suku bunga global. Banyak investor kini menunggu data ekonomi Amerika Serikat berikutnya yang berpotensi mempengaruhi aliran modal asing ke pasar Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Tembus 6.000 Lagi! Saham DSSA hingga BBCA Jadi Penopang, Investor Mulai Optimistis

Koreksi IHSG hari ini menjadi pengingat bahwa investasi saham selalu memiliki risiko fluktuasi harga. Investor disarankan untuk tetap melakukan diversifikasi aset dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan pasar sesaat. Dengan strategi yang tepat dan pemilihan saham berkualitas, momentum koreksi justru bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang yang ingin mempersiapkan keuntungan di masa depan.

FAQ

Mengapa IHSG turun tajam hari ini?

IHSG turun akibat sentimen global, aksi jual investor asing, dan kekhawatiran suku bunga tinggi Amerika Serikat.

Berapa penutupan IHSG pada 18 Mei 2026?

IHSG ditutup di level 6.599,24 atau turun 1,85%.

Saham sektor apa yang paling tertekan?

Sektor teknologi dan perbankan menjadi penyumbang pelemahan terbesar.

Apakah saat IHSG turun investor harus panik?

Tidak. Banyak analis menyarankan investor fokus pada saham fundamental kuat dan investasi jangka panjang.

Instrumen investasi apa yang mulai diburu saat IHSG turun?

Deposito bunga tinggi, emas digital, dan reksa dana pasar uang mulai banyak dicari investor. (Tim)

Berita Terkait

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026
Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta
Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui
Bunga Deposito Bank Digital Oktober 2026 hingga 9%, Cek Daftar dan Risiko LPS
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:00 WIB

IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli

Berita Terbaru