Rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat Stabilkan Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan nasional setelah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan tajam ini memicu kekhawatiran pelaku pasar, investor, hingga masyarakat karena berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok, cicilan kredit, hingga biaya impor barang elektronik dan bahan bakar.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan mengambil langkah cepat untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia. Salah satu strategi yang disiapkan adalah intervensi pasar obligasi negara guna meredam tekanan terhadap rupiah dan menjaga kepercayaan investor asing terhadap ekonomi domestik.

Langkah intervensi tersebut dilakukan melalui mekanisme pembelian kembali Surat Berharga Negara atau SBN. Strategi ini dinilai penting karena lonjakan yield obligasi dapat memperbesar arus modal keluar dari Indonesia. Jika kondisi terus memburuk, pelemahan rupiah dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada inflasi dan daya beli masyarakat.

Kondisi rupiah saat ini juga memberi tekanan besar terhadap APBN 2026. Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi kurs di level Rp16.500 per dolar AS. Dengan kurs yang kini jauh melampaui target, beban fiskal negara berpotensi meningkat drastis. Berdasarkan simulasi Kementerian Keuangan, setiap kenaikan Rp100 terhadap dolar AS dapat menambah defisit anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Baca Juga :  Top Up DANA Offline Terbaru 2026

Pengamat ekonomi menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Ketidakpastian geopolitik internasional, penguatan dolar AS, serta tingginya suku bunga Amerika Serikat membuat investor global cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Akibatnya, mata uang negara berkembang termasuk Indonesia ikut tertekan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mulai mencari instrumen investasi yang dianggap aman seperti emas, deposito dolar, hingga aset digital. Pencarian terkait kurs dolar, harga emas hari ini, dan prediksi rupiah bahkan meningkat tajam di mesin pencarian Google sepanjang pagi ini. Fenomena ini menunjukkan tingginya kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah optimistis tekanan terhadap rupiah masih dapat dikendalikan. Dukungan Bank Indonesia dan langkah stabilisasi pasar diyakini mampu menjaga kepercayaan investor serta menahan gejolak lebih dalam di pasar keuangan domestik. Pemerintah juga memastikan cadangan fiskal masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

Baca Juga :  Peluang Asuransi Event Makin Besar, OJK Sebut Konser dan Sport Tourism Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Pelemahan rupiah ke level Rp17.500 kini menjadi perhatian besar masyarakat dan dunia usaha. Banyak pihak berharap langkah cepat pemerintah dan Bank Indonesia dapat segera memulihkan stabilitas nilai tukar agar harga barang impor, cicilan, hingga biaya hidup masyarakat tidak semakin melonjak dalam beberapa bulan ke depan.

FAQ

Kenapa rupiah melemah sampai Rp17.500?

Pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi global, dan keluarnya dana investor asing dari pasar negara berkembang.

Apa dampak rupiah melemah bagi masyarakat?

Dampaknya bisa berupa kenaikan harga barang impor, elektronik, BBM, biaya pendidikan luar negeri, hingga cicilan berbasis dolar.

Apa langkah pemerintah untuk mengatasi rupiah melemah?

Pemerintah akan membantu Bank Indonesia melalui intervensi pasar obligasi dan menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Apakah harga emas ikut naik saat rupiah melemah?

Biasanya harga emas cenderung naik karena masyarakat mencari aset aman ketika nilai tukar rupiah melemah.

Apakah rupiah bisa kembali menguat?Rupiah berpeluang stabil kembali jika kondisi global membaik dan intervensi pemerintah berjalan efektif. (Tim)

Berita Terkait

Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?
Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya
10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%
Hasil Review MSCI Agustus 2026: GOTO Terdepak, CPIN Turun Kelas
Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pakuwon Mall Diproyeksikan Jadi Mal Terbesar di Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00 WIB

10 Perusahaan dengan Jumlah Karyawan Terbanyak 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%

Berita Terbaru

Teknologi

Punya MacBook? Ini 7 Fitur yang Bisa Mempermudah Pekerjaan

Senin, 17 Agu 2026 - 18:00 WIB

Otomotif

Polytron Fox 500 Turun Jadi Rp38 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Senin, 17 Agu 2026 - 14:06 WIB