EKONOMI-Asuransi mobil jenis Total Loss Only (TLO) semakin diminati masyarakat Indonesia karena menawarkan perlindungan kendaraan dengan premi yang lebih terjangkau. Jenis asuransi ini dinilai cocok bagi pemilik mobil bekas, kendaraan operasional, hingga mobil yang jarang digunakan sehari-hari.
Berbeda dengan asuransi all risk yang menanggung hampir seluruh jenis kerusakan, asuransi TLO hanya memberikan perlindungan terhadap kehilangan kendaraan atau kerusakan berat dengan nilai perbaikan mencapai minimal 75 persen dari harga kendaraan.
Skema tersebut membuat biaya premi asuransi TLO jauh lebih rendah dibandingkan polis all risk. Berdasarkan ketentuan tarif Otoritas Jasa Keuangan (OJK), premi asuransi TLO umumnya berada di kisaran 0,20 persen hingga 1,02 persen dari harga kendaraan per tahun.
Praktisi otomotif dan keuangan menyebut asuransi TLO menjadi pilihan realistis di tengah meningkatnya biaya perawatan kendaraan dan harga suku cadang.
“Untuk kendaraan usia di atas lima tahun, banyak pemilik mobil mulai beralih ke TLO karena lebih ekonomis namun tetap memberikan perlindungan utama terhadap risiko besar,” ujar pengamat otomotif dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Selain premi yang lebih ringan, asuransi TLO juga dianggap efektif untuk kendaraan yang memiliki risiko tinggi terhadap pencurian atau kerusakan berat akibat kecelakaan.
Meski demikian, pemilik kendaraan perlu memahami bahwa polis TLO tidak menanggung kerusakan ringan seperti baret, lecet, atau penyok kecil. Karena itu, jenis perlindungan ini lebih sesuai bagi pengguna yang ingin fokus pada perlindungan risiko besar dengan biaya tahunan lebih hemat.
Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia bahkan mulai menawarkan produk TLO dengan tambahan manfaat, seperti perlindungan banjir, kerusuhan, hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga (third party liability).
Selain itu, sejumlah platform digital asuransi kini mempermudah masyarakat membandingkan premi dan manfaat polis secara daring sehingga proses pembelian menjadi lebih cepat dan praktis.
Pengamat keuangan menyarankan masyarakat untuk tetap memperhatikan reputasi perusahaan asuransi, jaringan bengkel rekanan, serta kejelasan isi polis sebelum membeli produk TLO.
Bagi pemilik mobil baru, strategi kombinasi asuransi juga mulai banyak diterapkan. Umumnya kendaraan menggunakan polis all risk pada tahun-tahun awal, lalu beralih ke TLO ketika usia kendaraan bertambah.
Dengan biaya premi yang lebih rendah namun tetap memberikan perlindungan terhadap risiko besar, asuransi mobil TLO diprediksi masih menjadi pilihan favorit masyarakat sepanjang 2026.









