Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar aksi pemadaman lampu serentak pada tahun 2026 sebagai bagian dari gerakan hemat energi yang semakin masif. Program ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menekan emisi karbon di ibu kota.
Pemadaman lampu ini akan dilakukan selama satu jam penuh, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Dalam satu tahun, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung tiga kali dan dikaitkan dengan momen penting bertema lingkungan.
Aksi pertama akan digelar pada 25 April 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Selanjutnya, pemadaman kedua berlangsung pada 13 Juni 2026 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Terakhir, kegiatan serupa akan dilakukan pada 26 September 2026 saat Hari Ozon Sedunia.
Lokasi pemadaman mencakup berbagai titik strategis di Jakarta, mulai dari gedung pemerintahan hingga jalan-jalan utama. Kawasan protokol seperti Sudirman, MH Thamrin, hingga Medan Merdeka akan ikut dipadamkan untuk mendukung kampanye ini.
Sejumlah ikon kota juga akan ikut “gelap total”, termasuk Monumen Nasional dan Bundaran HI yang biasanya dipenuhi cahaya lampu dan air mancur. Momen ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk merasakan suasana Jakarta yang berbeda dari biasanya.
Tidak hanya pemerintah, sektor swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan gedung perkantoran juga diajak berpartisipasi. Keterlibatan publik menjadi kunci sukses dari gerakan ini.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penghematan energi bisa dimulai dari hal sederhana. Mematikan lampu selama satu jam dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.
FAQ Seputar Pemadaman Lampu Jakarta 2026
1. Kapan saja jadwal pemadaman lampu di Jakarta 2026?
Pemadaman dilakukan tiga kali: 25 April, 13 Juni, dan 26 September 2026.
2. Jam berapa lampu akan dipadamkan?
Mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
3. Apakah seluruh Jakarta akan gelap total?
Tidak. Pemadaman dilakukan di titik-titik tertentu seperti jalan protokol, gedung pemerintah, dan ikon kota.
4. Apakah rumah sakit ikut dipadamkan?
Tidak. Fasilitas kesehatan tetap beroperasi normal demi keselamatan publik.
5. Apa tujuan dari pemadaman lampu ini?
Untuk menghemat energi, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
6. Apakah masyarakat umum wajib ikut serta?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan.
7. Apa dampak nyata dari aksi ini?
Jika dilakukan massal, pemadaman ini dapat mengurangi konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca secara signifikan









