JAKARTA – Tren mainan anak di Shopee pada tahun 2026 menunjukkan pergeseran signifikan ke arah produk yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan interaktif. Berbagai mainan dengan harga terjangkau, bahkan di bawah Rp50 ribu, kini mendominasi daftar penjualan terlaris.
Produk-produk berbasis edukasi seperti puzzle kayu dan clay menjadi pilihan utama orang tua. Mainan ini dinilai mampu membantu perkembangan motorik halus, kreativitas, serta kemampuan kognitif anak sejak usia dini. Puzzle kayu sederhana dengan desain warna-warni, misalnya, efektif melatih koordinasi mata dan tangan anak.
Selain itu, clay atau playdough juga menjadi salah satu favorit karena memberikan kebebasan bagi anak untuk berkreasi. Produk seperti set plastisin dengan berbagai warna hingga alat cetak mie mini semakin diminati karena memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Tidak hanya itu, tren mainan peran atau roleplay juga terus meningkat. Mainan seperti set masak-masakan dan dokter-dokteran menjadi sarana anak untuk belajar bersosialisasi dan memahami peran di kehidupan sehari-hari. Permainan ini dinilai penting dalam membangun imajinasi serta kemampuan komunikasi anak.
Di kategori bayi dan balita, mainan interaktif seperti mainan mandi berbentuk hewan, bola putar (rolling ball), hingga mainan tarik dengan musik dan lampu juga menjadi best seller. Selain menghibur, mainan ini membantu merangsang sensorik serta respons motorik bayi.
Sementara itu, kategori mainan viral juga turut meramaikan pasar. Produk seperti truk oleng dengan efek suara dan lampu, hingga permainan “Crocodile Dentist” yang menguji keberanian anak, menjadi favorit karena menawarkan sensasi bermain yang unik dan seru.
Fenomena ini menunjukkan bahwa orang tua kini semakin selektif dalam memilih mainan. Tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga nilai edukasi dan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak.
Dengan berbagai pilihan yang tersedia di Shopee, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kualitas dan keamanan produk, termasuk memastikan bahan mainan aman dan sesuai usia anak.
Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya stimulasi dini melalui permainan yang tepat.









