TEKNOLOGI-Pemerintah Rusia kembali memperketat kontrol terhadap akses internet dengan membatasi penggunaan aplikasi asing populer seperti WhatsApp dan Telegram.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintahan Vladimir Putin dalam memperkuat kedaulatan digital nasional dan mendorong penggunaan aplikasi buatan dalam negeri.
Namun, langkah itu justru memicu gelombang penggunaan layanan Virtual Private Network (VPN) di kalangan masyarakat Rusia.
Download VPN Melonjak Tajam
Berdasarkan laporan media Rusia Kommersant yang mengutip data Google Play, sepanjang Maret 2026 tercatat sekitar 9,2 juta unduhan aplikasi VPN populer dilakukan oleh warga Rusia.
Jumlah tersebut melonjak hingga 14 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Aktivis kebebasan internet asal Rusia yang kini berbasis di Lisbon, Sarkis Darbinyan, menyebut lonjakan penggunaan VPN kali ini menjadi salah satu yang terbesar yang pernah terjadi.
“Kami belum pernah melihat tingkat penerimaan seperti ini sebelumnya,” ujar Darbinyan seperti dikutip Reuters.
VPN sendiri digunakan masyarakat untuk mengakses aplikasi dan situs asing melalui jalur alternatif guna menghindari pembatasan pemerintah.
Pemerintah Rusia Perketat Kontrol Internet
Pemerintah Rusia berulang kali menegaskan bahwa pengawasan internet diperlukan demi menjaga keamanan nasional di tengah konflik berkepanjangan dengan Barat terkait perang Ukraina.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kontrol internet menjadi bagian dari strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman eksternal.
Meski demikian, Presiden Vladimir Putin sempat meminta pemerintah agar tidak hanya fokus pada larangan dan pembatasan.
Menurut Putin, pendekatan yang terlalu keras justru bisa menjadi kontraproduktif bagi masyarakat dan ekonomi digital Rusia.
Warga Rusia Mulai Frustrasi
Pembatasan akses internet disebut semakin memicu frustrasi publik Rusia yang sebelumnya sudah menghadapi tekanan ekonomi, kenaikan harga barang, serta dampak berkepanjangan perang Ukraina.
Lembaga survei negara VTsIOM mencatat tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Putin turun dari 75,1 persen pada Februari menjadi 65,6 persen pada April 2026.
Angka tersebut menjadi salah satu tingkat kepuasan terendah sejak Rusia melancarkan operasi militer besar di Ukraina pada 2022.
Selain membatasi aplikasi asing, otoritas Rusia juga dilaporkan memperlambat akses sejumlah platform luar negeri yang dianggap memuat konten ilegal atau ekstremis.
WhatsApp dan Telegram Kritik Kebijakan Rusia
Pihak WhatsApp dan Telegram menilai langkah pemerintah Rusia bertujuan memaksa masyarakat menggunakan aplikasi lokal yang dianggap kurang aman.
Gangguan akses internet di Rusia juga dilaporkan meningkat sejak tahun lalu, termasuk pemadaman internet seluler di sejumlah wilayah dengan alasan keamanan dan ancaman drone.
Sebelum konflik Ukraina pecah, masyarakat Rusia relatif masih menikmati kebebasan dalam mengakses layanan internet global.
Namun kini, berbagai pembatasan mulai diterapkan secara lebih ketat oleh otoritas setempat.
FAQ
Mengapa WhatsApp diblokir di Rusia?
Pemerintah Rusia ingin memperkuat kedaulatan digital dan mendorong penggunaan aplikasi lokal.
Apa itu VPN?
VPN adalah layanan yang memungkinkan pengguna mengakses internet melalui jalur aman dan terenkripsi.
Mengapa warga Rusia ramai memakai VPN?
VPN digunakan untuk mengakses aplikasi asing yang dibatasi pemerintah Rusia.
Apakah Telegram juga dibatasi?
Ya, Telegram termasuk aplikasi yang terdampak pembatasan akses internet di Rusia.
Bagaimana dampak kebijakan ini bagi warga Rusia?
Pembatasan internet memicu frustrasi publik dan meningkatkan penggunaan layanan VPN.









