Waspada! Ini 9 Tanda Awal Diabetes Pada Orang Dewasa yang Sering Diabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Tanda awal Diabetes Tipe 2 pada orang dewasa biasanya muncul secara perlahan dan sering tidak langsung disadari. Gejala yang sering muncul antara lain mudah haus (polidipsi), mudah lapar (polifagia), sering buang air kecil terutama di malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, tubuh terasa lemas, penglihatan mulai kabur, luka yang sulit sembuh, muncul kesemutan, hingga perubahan warna kulit menjadi lebih gelap di area lipatan. Jika tanda-tanda ini mulai dirasakan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan gula darah.

Berikut penjelasan lengkap mengenai gejala awal diabetes tipe 2 pada orang dewasa:

  1. Sering Haus (Polidipsi) dan Mulut Terasa Kering:                             Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan glukosa. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga memicu rasa haus berlebihan dan mulut terasa kering. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal awal gangguan metabolisme yang serius.
  2. Sering Buang Air Kecil (Poliuria):    Tubuh akan mencoba membuang kelebihan gula melalui urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari. Jika hal ini terjadi terus-menerus, penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
  3. Sering Merasa Lapar Berlebihan:  Meski sudah makan, tubuh tetap merasa lapar karena glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi. Kondisi ini membuat tubuh terus meminta asupan makanan.
  4. Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab Jelas:                          Karena tubuh tidak bisa menggunakan glukosa dengan baik, tubuh mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan secara drastis tanpa diet atau olahraga.
  5. Kelelahan yang Terus-Menerus:  Sel-sel tubuh kekurangan energi sehingga menyebabkan tubuh mudah lelah dan tidak bertenaga. Aktivitas ringan pun bisa terasa sangat melelahkan.
  6. Penglihatan Menjadi Kabur: Tingginya kadar gula dalam darah dapat memengaruhi lensa mata, sehingga penglihatan menjadi buram atau tidak stabil. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa semakin memburuk.
  7. Luka Sulit Sembuh dan Mudah Terinfeksi:                                    Kadar gula yang tinggi dapat menghambat proses penyembuhan luka dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Luka kecil sekalipun bisa membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
  8. Kesemutan atau Mati Rasa:  Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi dapat menimbulkan sensasi kesemutan atau mati rasa, terutama di tangan dan kaki. Ini merupakan tanda komplikasi yang tidak boleh diabaikan.
  9. Kulit Menggelap di Area Lipatan (Akantosis Nigrikans):                  Kulit pada bagian leher, ketiak, atau selangkangan bisa tampak lebih gelap dan menebal, yang merupakan tanda adanya resistensi insulin. Kondisi ini sering menjadi indikator awal sebelum diagnosis diabetes ditegakkan.                       Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut—terutama penurunan berat badan drastis atau luka yang tidak kunjung sembuh—sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah lebih lanjut. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Baca Juga :  Update Hantavirus Jakarta 2026: Tiga Positif, Enam Suspek Dalam Pengawasan

FAQ (Pertanyaan Populer yang Sering Dicari)

Baca Juga :  7 Buah yang Perlu Dibatasi Penderita Diabetes, Ini Penjelasan Ahli

1. Apa saja tanda awal diabetes yang paling sering muncul?

Sering haus, sering buang air kecil, dan mudah lapar adalah gejala paling umum.

2. Apakah diabetes tipe 2 berbahaya?

Ya, jika tidak dikontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan saraf, ginjal, hingga jantung.

3. Berapa kadar gula darah normal?

Umumnya, gula darah puasa normal berada di bawah 100 mg/dL.

4. Siapa yang berisiko terkena diabetes tipe 2?

Orang dengan obesitas, jarang olahraga, dan riwayat keluarga diabetes memiliki risiko lebih tinggi.

5. Bagaimana cara mencegah diabetes?

Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengontrol berat badan.

Berita Terkait

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen
Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Cara Cek Saldo JHT Lewat JMO Terbaru 2026, Ini Fitur Klaim dan Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya

Selasa, 29 September 2026 - 03:02 WIB

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?

Berita Terbaru