Jakarta-Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali mengalami penyesuaian pada Maret 2026. Perusahaan energi nasional Pertamina resmi memperbarui daftar harga BBM yang berlaku di seluruh SPBU, termasuk wilayah DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Jambi per 24 Maret 2026.
Penyesuaian harga ini mencakup beberapa jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex. Meski kenaikannya tergolong tipis, perubahan ini tetap menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan logistik.
Di wilayah Sumatera Barat, harga BBM tercatat cukup tinggi dibanding wilayah lain. Pertamax dibanderol Rp12.900 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp13.650 per liter. Untuk jenis solar non-subsidi, Dexlite dijual Rp14.800 per liter dan Pertamina Dex menyentuh Rp15.100 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite tetap di Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Sementara itu di Provinsi Jambi, harga BBM sedikit lebih rendah dibanding Sumbar. Pertamax dijual Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp13.350 per liter, dan Dexlite Rp14.500 per liter. Pertamina Dex berada di angka Rp14.800 per liter, sedangkan Pertalite dan Biosolar masih stabil di harga subsidi masing-masing.
Untuk wilayah ibu kota, DKI Jakarta, harga BBM relatif lebih murah. Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.100 per liter. Varian ramah lingkungan Pertamax Green dijual Rp12.900 per liter. Dexlite berada di harga Rp14.200 per liter, sementara Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Menariknya, kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam memiliki harga BBM yang lebih rendah dibanding wilayah Sumatera lainnya. Hal ini dipengaruhi kebijakan khusus kawasan perdagangan bebas yang memberikan insentif harga energi bagi pelaku usaha dan masyarakat setempat.
Secara nasional, penyesuaian harga BBM ini dilakukan mengikuti tren harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Pemerintah melalui Pertamina berupaya menjaga keseimbangan antara harga keekonomian dan daya beli masyarakat, terutama untuk BBM subsidi yang tetap dipertahankan.
Dengan adanya update harga BBM terbaru ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar. Selain itu, perbandingan harga antar wilayah juga bisa menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pelaku usaha transportasi dan distribusi barang yang bergantung pada efisiensi biaya operasional. (*/Tim)









