JAKARTA-Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Wakil Menteri Keuangan, Thomas M. Djiwandono, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih. Keputusan itu diambil dalam rapat internal Komisi XI setelah rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar pada Sabtu (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).
Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan bahwa keputusan untuk memilih Thomas diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh delapan pimpinan kelompok fraksi. Thomas berhasil mengungguli dua kandidat lain dari internal BI, yaitu Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Dicky Kartikoyono, serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, Solikin M. Juhro.
“Dalam rapat internal tersebut telah dicapai kesepakatan bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun di Gedung DPR RI, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa Thomas dipandang sebagai sosok yang mampu diterima seluruh fraksi karena pemaparannya yang dinilai komprehensif, terutama terkait pentingnya memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Menurut Misbakhun, isu tersebut menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depan.
Keputusan Komisi XI ini selanjutnya dijadwalkan dibawa ke Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2026) pukul 10.00 WIB untuk mendapatkan pengesahan secara resmi.
Profil Thomas Djiwandono
Thomas M. Djiwandono, atau akrab disapa Tommy, merupakan putra pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, ia menghabiskan masa sekolah dasar hingga menengah di ibu kota, termasuk bersekolah di SMP Kanisius Menteng.
Pendidikan tinggi ia tempuh di Amerika Serikat, memperoleh gelar Bachelor of Arts in History dari Haverford College, Pennsylvania, pada 1994. Ia kemudian menyelesaikan gelar magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC, pada 2003.
Sebelum memasuki dunia kebijakan publik, Thomas memulai karier sebagai jurnalis. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan bekerja sebagai jurnalis di Indonesia Business Weekly pada 1994. Setelah itu ia beralih ke sektor keuangan, termasuk bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong.
Pada pertengahan 2000-an, Thomas bergabung dengan Arsari Group — perusahaan agrobisnis milik pamannya, Hashim Djojohadikusumo — dan pada 2006 menduduki posisi Deputy CEO. Pengalaman panjang di sektor keuangan dan kebijakan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan utama pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI.








