Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Influencer dan Afiliator Ikut Didata

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Badan Pusat Statistik resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai 15 Juni 2026. Pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dan dilakukan langsung oleh petugas sensus dengan metode door to door.

Berbeda dari pelaksanaan satu dekade lalu, Sensus Ekonomi 2026 menghadirkan cakupan yang lebih luas dengan menyasar berbagai sektor ekonomi modern, termasuk influencer, afiliator, kreator konten, hingga pelaku usaha berbasis platform digital.

Pendataan Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo, menjelaskan bahwa petugas akan mendatangi rumah-rumah warga secara langsung untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata dengan baik.

Menurutnya, banyak usaha yang saat ini beroperasi dari rumah tanpa memiliki toko fisik, papan nama, maupun identitas usaha yang terlihat dari luar.

Karena itu, pendekatan langsung ke masyarakat menjadi strategi utama agar data yang diperoleh lebih akurat dan mencerminkan kondisi ekonomi terkini.

“Walaupun tidak tampak aktivitas usahanya dari luar atau tidak memiliki papan nama, petugas tetap akan melakukan pendataan secara langsung,” ujar Sonny.

Influencer dan Afiliator Masuk Pendataan

Salah satu hal baru dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah masuknya pelaku ekonomi digital ke dalam cakupan pendataan resmi.

BPS akan mendata berbagai profesi yang berkembang di era digital, seperti:

  • Influencer media sosial
  • Afiliator marketplace
  • Kreator konten digital
  • Streamer dan content creator
  • Pelaku usaha berbasis platform online
  • Penjual melalui media sosial
Baca Juga :  Daftar Asuransi Mobil All Risk Murah 2026, Proteksi Lengkap Bebas Khawatir

Langkah ini dilakukan untuk menangkap kontribusi sektor ekonomi digital yang terus berkembang dan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sektor Pertanian Kini Ikut Didata

Tidak hanya sektor perdagangan dan jasa, BPS juga memperluas cakupan sensus dengan memasukkan sektor:

  • Pertanian
  • Kehutanan
  • Perikanan

Penambahan cakupan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai struktur ekonomi Indonesia saat ini.

Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh data yang lebih lengkap untuk menyusun kebijakan pembangunan ekonomi di masa depan.

BPS Gandeng Platform Digital

Untuk memperkuat kualitas pendataan, BPS juga berencana bekerja sama dengan berbagai asosiasi usaha dan platform digital.

Kolaborasi ini bertujuan membantu identifikasi pelaku usaha yang beroperasi secara daring sehingga data yang terkumpul menjadi lebih komprehensif.

Sektor ekonomi digital yang selama ini sulit dipetakan diharapkan dapat tercakup secara optimal melalui pendekatan tersebut.

Data Dijamin Rahasia

BPS menegaskan seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Data hasil sensus hanya digunakan untuk keperluan statistik dan penyusunan kebijakan nasional, bukan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum terhadap individu.

Baca Juga :  Cara Daftar QRIS 2026 untuk UMKM Terbaru, Solusi Pembayaran Digital Praktis Tanpa Ribet

Karena itu, masyarakat diimbau memberikan informasi yang benar dan lengkap saat petugas sensus melakukan pendataan.

Pentingnya Sensus Ekonomi 2026

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilakukan secara berkala untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia.

Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam:

  • Perencanaan pembangunan nasional
  • Penyusunan kebijakan ekonomi
  • Pengembangan sektor usaha
  • Peningkatan investasi
  • Pemetaan ekonomi digital
  • Penyusunan program pemberdayaan UMKM

Dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola bisnis saat ini, hasil Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan menjadi salah satu basis data ekonomi paling penting bagi Indonesia dalam dekade mendatang.

FAQ

Kapan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung?

Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Apakah influencer dan afiliator akan didata?

Ya. Untuk pertama kalinya influencer, afiliator, dan pelaku ekonomi digital menjadi bagian dari pendataan resmi BPS.

Bagaimana metode pendataannya?

Petugas BPS akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.

Apakah usaha rumahan juga didata?

Ya. Semua bentuk usaha, termasuk usaha rumahan yang tidak memiliki papan nama, akan didata.

Apakah data sensus aman?

BPS menjamin seluruh data yang diberikan masyarakat bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Berita Terkait

Box Office Terbaru: Disclosure Day Geser Semua Pesaingnya
Waka BGN Buka Suara soal Motor Listrik MBG
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$439,8 Miliar, BI Ungkap Penyebab dan Kondisi Terkininya
Kejagung Temukan Aset Eddy Tansil Rp 30 Miliar, Total Pemulihan Rp 82,6 Miliar
Cara Mengelola Dana Darurat Saat Ekonomi Melambat, Jangan Sampai Salah Langkah!
Kemnaker Buka Program Magang Jepang 2026, Cek Cara Daftarnya
Kejar Investor China, Purbaya Terbang Bahas Panda Bond
OJK Ungkap Hasil Audit Forensik Bank Jambi Sudah Keluar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Influencer dan Afiliator Ikut Didata

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:00 WIB

Box Office Terbaru: Disclosure Day Geser Semua Pesaingnya

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:07 WIB

Waka BGN Buka Suara soal Motor Listrik MBG

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:00 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$439,8 Miliar, BI Ungkap Penyebab dan Kondisi Terkininya

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:03 WIB

Kejagung Temukan Aset Eddy Tansil Rp 30 Miliar, Total Pemulihan Rp 82,6 Miliar

Berita Terbaru

Ekonomi

Box Office Terbaru: Disclosure Day Geser Semua Pesaingnya

Rabu, 17 Jun 2026 - 02:00 WIB