Saham ASLC Rp70-an, Tapi Omzet Tembus Rp1 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Emiten otomotif PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan yang bergerak di sektor mobil bekas ini berhasil membukukan pendapatan hingga Rp1 triliun, atau tumbuh sekitar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadikan ASLC sebagai salah satu perusahaan di sektor perdagangan mobil bekas yang mampu menembus omzet triliunan rupiah. Kinerja ini didukung oleh penguatan lini bisnis serta strategi ekspansi yang agresif di berbagai segmen usaha.

Laba Bersih dan Kinerja Saham

Selain pertumbuhan pendapatan, ASLC juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp45 miliar sepanjang 2025. Meski demikian, pergerakan saham perusahaan masih berada di kisaran Rp70-an per lembar.

Pada perdagangan terakhir pertengahan Maret 2026, saham ASLC ditutup di level Rp75 atau naik sekitar 1,35 persen dalam satu hari. Namun, dalam periode satu bulan, saham ini tercatat mengalami penurunan sekitar 7,4 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental perusahaan cukup solid, pergerakan saham tetap dipengaruhi dinamika pasar dan sentimen investor.

Baca Juga :  Ini 4 Kategori Wajib Pajak Bebas Lapor SPT Tahunan

Kontribusi Lini Bisnis Utama

Kinerja positif ASLC didorong oleh beberapa lini usaha utama, salah satunya platform jual beli mobil bekas Caroline.id. Sepanjang 2025, unit ini mencatatkan penjualan sebesar Rp730,5 miliar dengan total transaksi hampir 4.500 unit kendaraan.

Pertumbuhan tersebut meningkat sekitar 24,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas.

Selain itu, bisnis lelang kendaraan melalui JBA Indonesia juga memberikan kontribusi signifikan. Perusahaan ini berhasil menjual lebih dari 124 ribu unit kendaraan dengan pendapatan mencapai Rp272,5 miliar.

Unit Baru Tunjukkan Pertumbuhan

Sementara itu, unit usaha yang relatif baru, yakni MotoGadai, mulai menunjukkan potensi pertumbuhan. Pada 2025, bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,4 miliar atau meningkat sekitar 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini mencerminkan strategi diversifikasi bisnis ASLC yang mulai memberikan hasil positif, meskipun masih dalam tahap pengembangan awal.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Passive Income Harian 2026, Bisa dari Saham hingga Konten Digital

Strategi Perkuat Ekosistem Mobil Bekas

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menyatakan bahwa kinerja positif perusahaan merupakan hasil dari strategi memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas secara menyeluruh.

Fokus perusahaan tidak hanya pada penjualan, tetapi juga mencakup layanan pendukung seperti lelang dan pembiayaan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pangsa pasar di industri otomotif.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Ke depan, ASLC diperkirakan masih memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan dengan harga terjangkau. Mobil bekas menjadi alternatif utama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Namun demikian, perusahaan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti fluktuasi daya beli masyarakat, persaingan di sektor otomotif, serta kondisi pasar modal yang cenderung volatil.

Dengan kinerja yang terus tumbuh dan strategi ekspansi yang berkelanjutan, ASLC berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam industri mobil bekas di Indonesia.

Berita Terkait

Cara Isi Saldo BRIZZI untuk Tol 2026, Praktis Lewat HP Tanpa Ribet
Saham Batu Bara Naik Tajam, BUMI hingga ITMG Jadi Incaran Investor
Bunga Deposito Terbaru 2026: BRI Paling Tinggi, Mandiri dan BNI Segini
Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Maret 2026: Pertamax Naik, Ini Daftar Lengkapnya di Jakarta, Sumbar, Riau, Jambi
Pasar Malam Sungai Penuh Ramai Pengunjung, Pelengkap Libur Lebaran
Harga iPhone 15 Naik di Indonesia, Ini Penyebab dan Dampaknya
Lowongan Kerja Bank Maret 2026 Dibuka Besar-besaran, Ini Posisi di BUMN dan Swasta Lengkap Syaratnya
Kasus Pinjaman Online Segera Diputus KPPU, Ini Dampaknya bagi Fintech
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00 WIB

Cara Isi Saldo BRIZZI untuk Tol 2026, Praktis Lewat HP Tanpa Ribet

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:00 WIB

Saham Batu Bara Naik Tajam, BUMI hingga ITMG Jadi Incaran Investor

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito Terbaru 2026: BRI Paling Tinggi, Mandiri dan BNI Segini

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Maret 2026: Pertamax Naik, Ini Daftar Lengkapnya di Jakarta, Sumbar, Riau, Jambi

Kamis, 26 Maret 2026 - 02:00 WIB

Pasar Malam Sungai Penuh Ramai Pengunjung, Pelengkap Libur Lebaran

Berita Terbaru

Nasional

Skema WFH ASN Sudah Final, Menko Perekonomian Segera Umumkan

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:00 WIB

Ekonimi

Pemerintah Siap Perpanjang Deadline SPT, Ini Alasannya

Kamis, 26 Mar 2026 - 14:00 WIB