JAKARTA – Emiten otomotif PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan yang bergerak di sektor mobil bekas ini berhasil membukukan pendapatan hingga Rp1 triliun, atau tumbuh sekitar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadikan ASLC sebagai salah satu perusahaan di sektor perdagangan mobil bekas yang mampu menembus omzet triliunan rupiah. Kinerja ini didukung oleh penguatan lini bisnis serta strategi ekspansi yang agresif di berbagai segmen usaha.
Laba Bersih dan Kinerja Saham
Selain pertumbuhan pendapatan, ASLC juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp45 miliar sepanjang 2025. Meski demikian, pergerakan saham perusahaan masih berada di kisaran Rp70-an per lembar.
Pada perdagangan terakhir pertengahan Maret 2026, saham ASLC ditutup di level Rp75 atau naik sekitar 1,35 persen dalam satu hari. Namun, dalam periode satu bulan, saham ini tercatat mengalami penurunan sekitar 7,4 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental perusahaan cukup solid, pergerakan saham tetap dipengaruhi dinamika pasar dan sentimen investor.
Kontribusi Lini Bisnis Utama
Kinerja positif ASLC didorong oleh beberapa lini usaha utama, salah satunya platform jual beli mobil bekas Caroline.id. Sepanjang 2025, unit ini mencatatkan penjualan sebesar Rp730,5 miliar dengan total transaksi hampir 4.500 unit kendaraan.
Pertumbuhan tersebut meningkat sekitar 24,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas.
Selain itu, bisnis lelang kendaraan melalui JBA Indonesia juga memberikan kontribusi signifikan. Perusahaan ini berhasil menjual lebih dari 124 ribu unit kendaraan dengan pendapatan mencapai Rp272,5 miliar.
Unit Baru Tunjukkan Pertumbuhan
Sementara itu, unit usaha yang relatif baru, yakni MotoGadai, mulai menunjukkan potensi pertumbuhan. Pada 2025, bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,4 miliar atau meningkat sekitar 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan strategi diversifikasi bisnis ASLC yang mulai memberikan hasil positif, meskipun masih dalam tahap pengembangan awal.
Strategi Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menyatakan bahwa kinerja positif perusahaan merupakan hasil dari strategi memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas secara menyeluruh.
Fokus perusahaan tidak hanya pada penjualan, tetapi juga mencakup layanan pendukung seperti lelang dan pembiayaan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pangsa pasar di industri otomotif.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Ke depan, ASLC diperkirakan masih memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan dengan harga terjangkau. Mobil bekas menjadi alternatif utama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Namun demikian, perusahaan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti fluktuasi daya beli masyarakat, persaingan di sektor otomotif, serta kondisi pasar modal yang cenderung volatil.
Dengan kinerja yang terus tumbuh dan strategi ekspansi yang berkelanjutan, ASLC berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam industri mobil bekas di Indonesia.









