Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.800 Hari Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Tekanan terhadap mata uang Garuda masih cukup kuat di tengah sentimen global yang belum stabil serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Pada perdagangan awal pekan, rupiah sempat dibuka menguat tipis. Namun tekanan pasar membuat mata uang Indonesia kembali melemah hingga mendekati level Rp17.730 per dolar AS. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa dolar AS masih menjadi aset pilihan utama investor di tengah tingginya ketidakpastian global.

Pelaku pasar menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, memburuknya defisit transaksi berjalan Indonesia memicu kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi nasional. Kondisi tersebut mendorong investor asing lebih berhati-hati terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Sementara dari eksternal, pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik Timur Tengah. Investor menunggu perkembangan terbaru terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan dunia. Situasi geopolitik yang memanas biasanya membuat permintaan dolar AS meningkat tajam.

Tekanan terhadap rupiah juga terjadi bersamaan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia lainnya. Yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, hingga baht Thailand sama-sama bergerak melemah terhadap dolar AS. Hal ini menunjukkan penguatan dolar masih mendominasi pasar global.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Rp 183 Ribu per Gram, Momentum Baru Bagi Investor?

Analis pasar memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS. Jika sentimen risk off terus meningkat, bukan tidak mungkin tekanan terhadap mata uang emerging markets akan semakin besar dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini ikut menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat karena pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan inflasi. Sektor yang bergantung pada bahan baku impor diperkirakan menjadi salah satu yang paling terdampak apabila depresiasi rupiah berlangsung lebih lama.

Pasar kini menanti langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah volatilitas global yang tinggi. Investor juga menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta perkembangan konflik geopolitik yang masih menjadi faktor utama penggerak pasar keuangan dunia.

FAQ

Kenapa rupiah melemah hari ini?
Rupiah melemah akibat kombinasi sentimen domestik dan global, termasuk defisit transaksi berjalan serta ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Baca Juga :  BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%, Rupiah Tertekan! Deposito, Emas, atau Dolar yang Paling Untung?

Berapa prediksi kurs rupiah hari ini?
Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Apa dampak dolar AS menguat?
Penguatan dolar AS dapat membuat harga barang impor naik dan meningkatkan tekanan inflasi.

Apa itu sentimen risk off?
Risk off adalah kondisi ketika investor menghindari aset berisiko dan memilih aset aman seperti dolar AS atau emas.

Apakah Bank Indonesia bisa menahan pelemahan rupiah?
Bank Indonesia dapat melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas likuiditas untuk meredam volatilitas rupiah.

Meta Deskripsi:
Rupiah masih bergerak tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan 25 Mei 2026. Sentimen geopolitik dan defisit transaksi berjalan menjadi pemicu utama pelemahan kurs

Tag:
rupiah hari ini, kurs dolar AS, rupiah melemah, nilai tukar rupiah, dolar AS terbaru, ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, safe haven, geopolitik Timur Tengah, kurs rupiah 202

Frasa Kunci:
rupiah masih tertekan, dolar AS sentuh Rp17800, kurs rupiah hari ini, penyebab rupiah melemah, prediksi dolar AS terbaru

Berita Terkait

Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar
Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis
Bank Mandiri Hadirkan QRIS Tap dan Sistem Keamanan Baru untuk Nasabah
Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar
Jangan Salah! Ini Perbedaan Harga Jual Emas Antam dan Perhiasan yang Wajib Diketahui
IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir
Cara Aktivasi Rekening SimPel PIP 2026 agar Dana Beasiswa Cepat Cair
Mau Beli City Car? Ini Promo Diskon Brio RS, Agya, Sirion dan S-Presso Juli 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:25 WIB

Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bank Mandiri Hadirkan QRIS Tap dan Sistem Keamanan Baru untuk Nasabah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:00 WIB

Jangan Salah! Ini Perbedaan Harga Jual Emas Antam dan Perhiasan yang Wajib Diketahui

Berita Terbaru