Resep Turun-Temurun, Gulai Kambing Plus Nangka Terenak di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

SUNGAIPENUH – Di Kota Sungai Penuh, satu hidangan selalu menjadi primadona di setiap kenduri: gulai kambing berpadu nangka muda. Masakan berkuah merah itu bukan sekadar pelengkap acara adat, melainkan jejak kuliner yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga-keluarga di dataran tinggi Kerinci.

Aroma rempah yang pekat, kuah gurih berempah, serta tekstur daging yang berpadu lembut dengan nangka muda menjadi ciri khas gulai ini. Banyak keluarga masih mempertahankan cara lama—tanpa takaran pasti, hanya ukuran tangan dan pengalaman bertahun-tahun.

Salah satu yang mempertahankan warisan rasa itu adalah keluarga almarhumah Hj. Jalisah. Usaha katering yang kini diteruskan anaknya, Henni Gustiati, menjadi rujukan utama saat warga membutuhkan gulai kambing untuk hajatan, kenduri, atau pesanan khusus di bulan Ramadan.

Baca Juga :  Dewan Panggil Dinkes, RSUD dan BPJS, Kritik Tajam Soal Tata Kelola Pelayanan

“Gulai kambing ini tidak dimasak setiap hari. Biasanya hanya bulan Ramadan atau kalau ada yang pesan untuk acara besar,” kata Henni, yang juga pensiunan guru SMP Negeri 1 Sungai Penuh.

Usaha keluarga Jalisah berlokasi di Jalan Husni Thamrin Nomor 1, Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Sungai Bungkal. Pemesannya beragam, dari rumah tangga, kantor, hingga perantau yang sengaja memesan untuk dibawa pulang.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Tekankan Pentingnya Pendidikan Berbasis Budaya 

Ciri khas gulai ini terletak pada proses memasaknya. Kuali besi berukuran besar dipanaskan dengan kayu manis, menghadirkan aroma harum alami dan menghilangkan seluruh bau amis daging. Kuah gulai berwarna merah pekat—menggugah selera bahkan sebelum disajikan.

Setiap Ramadan, gulai kambing buatan keluarga Jalisah selalu ludes hanya dalam hitungan jam. Warisan cita rasa itu kini menjadi salah satu ikon kuliner Sungai Penuh yang terus dipertahankan lintas generasi.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung
Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh
Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting
Imigrasi Kerinci Bongkar Cara Mudah Urus Paspor, Ini Panduan Lengkapnya
IHSG Hari Ini 14 April 2026 Naik Tajam 1,46%, Ini Saham Penggerak BBCA hingga BREN
Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Tampil Spektakuler dan Penuh Nostalgia
Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang dari GIGI, Unggahan Emosional Jadi Sorotan
Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni Ajwa Tour, Ini Pesan Wali Kota Alfin
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:08 WIB

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 April 2026 - 08:00 WIB

Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh

Rabu, 15 April 2026 - 06:00 WIB

Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting

Rabu, 15 April 2026 - 04:08 WIB

Imigrasi Kerinci Bongkar Cara Mudah Urus Paspor, Ini Panduan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 09:34 WIB

IHSG Hari Ini 14 April 2026 Naik Tajam 1,46%, Ini Saham Penggerak BBCA hingga BREN

Berita Terbaru