JAKARTA-Friderica Widyasari Dewi resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. Penunjukan tersebut dilakukan di tengah dinamika besar sektor keuangan nasional, menyusul gelombang pengunduran diri sejumlah pejabat puncak di OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Kehadiran Friderica di pucuk pimpinan diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan serta memulihkan kepercayaan publik.
Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia dikenal sebagai sosok profesional dengan rekam jejak panjang di sektor pasar modal dan jasa keuangan. Sebelum dipercaya sebagai Ketua OJK, Friderica merupakan Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027 dan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Literasi Keuangan, dan Perlindungan Konsumen.
Dari sisi pendidikan, Friderica memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Business Administration di California State University, Amerika Serikat. Pendidikan doktoralnya juga diselesaikan di Universitas Gadjah Mada dengan fokus pada kepemimpinan dan kebijakan publik, memperkuat kapasitasnya sebagai regulator.
Karier profesional Friderica ditempa di berbagai institusi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, lalu dipercaya menjadi Direktur Keuangan hingga Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman menyeluruh mengenai infrastruktur pasar modal nasional dari hulu hingga hilir.
Pada periode berikutnya, Friderica menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. Di posisi ini, ia berperan penting dalam memperkuat bisnis pasar modal dan mendorong inklusi investor ritel. Pengalaman di sektor industri inilah yang kemudian menjadi modal kuat saat ia masuk ke OJK sebagai pengawas.
Di OJK, Friderica dikenal aktif mendorong perlindungan konsumen dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Program edukasi keuangan, penguatan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, hingga penanganan pengaduan konsumen menjadi fokus utama kepemimpinannya sebelum dipercaya memegang jabatan tertinggi di lembaga tersebut.
Penunjukan Friderica sebagai Ketua OJK terjadi pada momentum krusial, ketika stabilitas sektor keuangan nasional menjadi perhatian serius akibat tekanan global dan dinamika internal lembaga pengawas. Pemerintah berharap kepemimpinannya mampu memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal, sekaligus menjaga independensi dan kredibilitas OJK.
Dengan pengalaman lintas sektor dan rekam jejak panjang di pasar modal, Friderica Widyasari Dewi diharapkan mampu membawa OJK memasuki fase kepemimpinan baru yang lebih transparan, adaptif, dan responsif terhadap tantangan industri jasa keuangan nasional maupun global. (***)









