Prabowo Targetkan 1 Juta Motor Listrik Diproduksi di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mempercepat elektrifikasi transportasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor.

Dalam penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengungkapkan pemerintah telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional (Molinas).

Menurut Prabowo, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan perubahan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri dan membangun rantai pasok kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

“Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pemerintah Siapkan Insentif Produksi Motor Listrik

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumumkan rencana pemberian insentif bagi perusahaan yang mampu memproduksi motor listrik di dalam negeri dalam jumlah besar.

Pemerintah menargetkan produksi hingga 1 juta unit motor listrik yang dibuat oleh perusahaan Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

“Selain itu, hari ini kita umumkan, kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” kata Prabowo.

Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperbesar kontribusi industri nasional.

Tiga Tujuan Utama Motor Listrik Nasional

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan pengembangan ekosistem motor listrik nasional memiliki tiga tujuan utama.

1. Menurunkan Biaya Kendaraan untuk Masyarakat

Tujuan pertama adalah membuat kendaraan listrik semakin terjangkau bagi masyarakat.

Produksi dalam jumlah besar di dalam negeri diharapkan dapat menciptakan efisiensi biaya produksi. Dengan demikian, harga kendaraan listrik berpotensi menjadi lebih kompetitif.

Baca Juga :  Honda Super One Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 438 Juta, Jarak Tempuh 274 Km

Jika harga semakin terjangkau, penggunaan motor listrik di kalangan masyarakat luas juga diharapkan meningkat.

2. Mengurangi Konsumsi BBM Impor

Tujuan kedua berkaitan dengan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak.

Pemerintah ingin mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik untuk mengurangi kebutuhan BBM.

Kebijakan tersebut sejalan dengan pernyataan Prabowo bahwa subsidi BBM perlu dikurangi secara signifikan.

Elektrifikasi transportasi diharapkan dapat menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar yang berasal dari sumber energi fosil.

3. Memperkuat Industri Motor Listrik Nasional

Manfaat ketiga adalah membangun industri kendaraan listrik Indonesia secara lebih menyeluruh.

Prabowo menekankan bahwa pengembangan motor listrik tidak berhenti pada proses perakitan kendaraan.

Ekosistem yang ingin diperkuat mencakup rantai pasok baterai, komponen kendaraan, perangkat lunak hingga layanan purnajual.

Dengan demikian, semakin banyak bagian dari kendaraan listrik yang dapat diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula peluang terciptanya nilai tambah bagi industri nasional.

Produksi Lokal Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem

Target produksi 1 juta unit menunjukkan pemerintah ingin menciptakan skala industri yang lebih besar untuk kendaraan listrik roda dua.

Produksi dalam jumlah besar juga berpotensi mendorong tumbuhnya industri pendukung, mulai dari produsen baterai, komponen elektronik, sistem kendali, perangkat lunak hingga jaringan servis.

Namun, keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya bergantung pada jumlah kendaraan yang diproduksi.

Ketersediaan infrastruktur pengisian daya, kualitas baterai, harga kendaraan, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang serta penerimaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memperluas penggunaan motor listrik.

Pemerintah Percepat Elektrifikasi Mobilitas Rakyat

Prabowo menempatkan elektrifikasi transportasi sebagai salah satu bagian dari agenda pemerintah dalam mengurangi konsumsi BBM dan memperkuat industri nasional.

Baca Juga :  Kebijakan Baru Pemerintah: ASN WFH Setiap Jumat, Strategi Hemat Energi di Tengah Harga Minyak Naik

Melalui pengembangan Molinas dan pemberian insentif produksi, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Jika target produksi hingga 1 juta unit dapat direalisasikan, kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak pada industri kendaraan, tenaga kerja, komponen, baterai, teknologi dan layanan purnajual di dalam negeri.

Namun, efektivitas program tetap akan bergantung pada implementasi kebijakan, skema insentif, kesiapan industri dan kemampuan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik secara berkelanjutan.

FAQ

Apa target produksi motor listrik yang disampaikan Prabowo?
Pemerintah menargetkan produksi hingga 1 juta unit motor listrik di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia.

Mengapa pemerintah mendorong motor listrik?
Salah satu alasannya adalah mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat dan mengurangi konsumsi BBM impor.

Apa tiga tujuan kebijakan motor listrik nasional?
Tiga tujuan yang disampaikan Prabowo adalah menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperkuat industri motor listrik dan rantai pasoknya.

Apakah pemerintah akan memberikan insentif?
Prabowo menyampaikan pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang mampu membangun produksi motor listrik dalam negeri hingga 1 juta unit.

Apa saja industri yang ingin diperkuat?
Selain kendaraan, pemerintah ingin memperbesar rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak dan layanan purnajual.

Catatan redaksi: Artikel ini merupakan penulisan ulang dari materi sumber dan memisahkan pernyataan Presiden dari analisis tambahan. Klaim mengenai besaran dan mekanisme insentif belum dirinci dalam materi sumber, sehingga tidak dibuat seolah-olah sudah terdapat skema teknis yang final.

Berita Terkait

Daftar 20 Mobil Terlaris Juli 2026, BYD Atto 1 Bikin Kejutan
Prabowo Siapkan Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik, Ada Opsi Tanpa DP
BYD Atto 3 Evo Terbaru Dibanderol Rp400 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Ada Harapan PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh dan Kerinci Diangkat Jadi Penuh Waktu, Ini Dasarnya
Kabar Baik, PPPK Tak Akan Dirumahkan: Ini 3 Skema Pemerintah Bayar Gaji 2026
VinFast Rasad Meluncur, Skuter Listrik 100 Km/Jam Penantang Honda PCX dan Yamaha NMax
Mitsubishi ASX VR-e Resmi Diperkenalkan, Mobil Listrik 400 HP Berbasis Foxtron
Harga Mobil Terbaru Agustus 2026, Toyota hingga BYD Mulai Rp170 Jutaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Prabowo Targetkan 1 Juta Motor Listrik Diproduksi di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Daftar 20 Mobil Terlaris Juli 2026, BYD Atto 1 Bikin Kejutan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Siapkan Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik, Ada Opsi Tanpa DP

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:00 WIB

BYD Atto 3 Evo Terbaru Dibanderol Rp400 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Ada Harapan PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh dan Kerinci Diangkat Jadi Penuh Waktu, Ini Dasarnya

Berita Terbaru

Uncategorized

Gaji ASN dan Guru 2027: Ini Kabar Terbaru Setelah Pidato Prabowo

Jumat, 14 Agu 2026 - 23:45 WIB

Otomotif

Daftar 20 Mobil Terlaris Juli 2026, BYD Atto 1 Bikin Kejutan

Jumat, 14 Agu 2026 - 23:11 WIB