Perusahaan Teknologi Dunia Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Gelombang efisiensi kembali melanda perusahaan teknologi dunia pada awal 2026. Sejumlah perusahaan memilih memangkas biaya operasional sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan pendapatan.

Langkah efisiensi ini mencakup pengurangan belanja, restrukturisasi operasional, hingga peninjauan ulang proyek ekspansi. Perusahaan berupaya menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya dan persaingan yang semakin ketat.

Kondisi pasar global yang belum stabil membuat perusahaan teknologi bersikap lebih konservatif. Fokus diarahkan pada produk inti dan layanan yang memiliki margin lebih stabil. Proyek berisiko tinggi cenderung ditunda.

Baca Juga :  IMF Peringatkan Perlambatan Ekonomi Global 2026, Apa Artinya bagi Asia Tenggara

Bagi investor, langkah efisiensi dipandang sebagai sinyal disiplin keuangan. Pasar cenderung merespons positif perusahaan yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan global. Namun, dampaknya berbeda pada setiap subsektor teknologi.

Di Asia, termasuk Indonesia, kebijakan efisiensi global turut memengaruhi strategi perusahaan teknologi lokal. Beberapa startup mulai menyesuaikan target pertumbuhan dan mengutamakan keberlanjutan bisnis.

Dari sisi tenaga kerja, efisiensi menjadi tantangan tersendiri. Perusahaan dihadapkan pada kebutuhan menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan talenta kunci. Manajemen sumber daya manusia menjadi faktor krusial.

Baca Juga :  Rekor Baru Dunia: Kekayaan Elon Musk Lampaui Rp 12 Kuadriliun

Meski demikian, efisiensi tidak selalu berarti perlambatan inovasi. Banyak perusahaan justru memfokuskan inovasi pada solusi yang lebih relevan dan bernilai ekonomi tinggi.

Ke depan, sektor teknologi diperkirakan tetap menjadi pendorong ekonomi global. Namun, pertumbuhan akan lebih selektif dan berorientasi pada fundamental yang kuat. (fyo)

Berita Terkait

PT Bank Maybank Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp1,70 Triliun Sepanjang 2025
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta
Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba
Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, 1 Gram Tembus Rp 2.944.000
BI Catat Kredit Menganggur Tembus Rp 2.506 Triliun di Awal 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:53 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:04 WIB

Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:01 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:09 WIB

LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB

Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari

Berita Terbaru

Nasional

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Sabtu, 28 Feb 2026 - 03:02 WIB

Teknologi

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:30 WIB