SUNGAIPENUH — Peristiwa perselisihan yang melibatkan pelajar dari SMP Negeri 8 Sungai Penuh menjadi perhatian publik. Kejadian tersebut diketahui berlangsung di luar lingkungan sekolah dan di luar jam kegiatan belajar.
Kepala sekolah SMP Negeri 8 Sungai Penuh, Elna Hasmita, S.Pd, MM, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di lingkungan tempat tinggal siswa pada malam hariawal Maret lalu, sehingga berada di luar kewenangan langsung pihak sekolah.
“Peristiwa tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah maupun saat jam belajar. Namun demikian, kami tetap menyikapinya dengan langkah-langkah yang menjadi kewenangan sekolah,” ujarnya.
Sekolah Lakukan Pembinaan dan Koordinasi
Meskipun kejadian berlangsung di luar sekolah, kata Elna, pihak sekolah tetap mengambil langkah proaktif dengan memanggil siswa yang bersangkutan bersama orang tua untuk melakukan klarifikasi.
Selain itu, pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan Dinas DP3A, juga mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut di kepolisian.
“Setiap keputusan terkait penegakan aturan akan dilakukan secara bertahap dan menunggu proses yang sedang berjalan,” ungkapnya.
“Dari hasil koordinasi dengan pihak Polres, persoalan ini diarahkan diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini sedang upaya penyelesaian oleh pihak keluarga siswa,” tambahnya.
Utamakan Pendekatan Edukatif
Pihak sekolah menekankan pentingnya pendekatan pembinaan terhadap siswa, serta mengedepankan asas kehati-hatian sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Sekolah memiliki mekanisme dalam penegakan aturan. Namun saat ini proses masih berjalan, sehingga kami belum dapat mengambil kesimpulan,” jelas Kepala Sekolah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi pendidikan dalam menjaga keseimbangan antara penegakan disiplin dan perlindungan hak siswa.
Harapan Penyelesaian Secara Baik
Di sisi lain, keluarga siswa menyampaikan harapan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Sesuai dengan arahan dari pihak Polres, upaya mediasi telah dilakukan bersama tokoh masyarakat setempat, namun belum mencapai kesepakatan.
“Kami juga berencana kembali berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mencari solusi terbaik untuk penyelesaian secara kekeluargaan,” ungkap Syafruddin, orang tua siswa.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya peran bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membina serta mengawasi perilaku remaja, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.(ded)
Penulis : Dedi Dora
Editor : Dedi Dora









