JAKARTA- Kesempatan menjadi prajurit TNI Angkatan Laut kini terbuka lebar. TNI AL resmi membuka pendaftaran Calon Bintara Prajurit Karier (PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin mengabdi menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Berdasarkan pengumuman resmi rekrutmen, proses pendaftaran online, validasi data, hingga daftar ulang tingkat daerah telah dibuka sejak 1 Desember 2025 dan akan berakhir pada 9 Januari 2026. Tahapan awal seleksi ini dilaksanakan di tingkat daerah melalui Lantamal, Lanal, dan Pos TNI AL sesuai domisili peserta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi al.rekrutmen-tni.mil.id. Setelah mendaftar online, calon peserta diwajibkan datang langsung ke lokasi pendaftaran untuk melakukan validasi berkas administrasi dengan membawa dokumen asli dan fotokopi sesuai ketentuan.
Rekrutmen Bintara PK TNI AL menjadi salah satu jalur strategis untuk mencetak prajurit profesional yang memiliki disiplin tinggi, kemampuan teknis kemiliteran, serta jiwa kepemimpinan. Bintara TNI AL nantinya akan bertugas mendukung operasi pertahanan laut, pengamanan wilayah perairan, hingga tugas-tugas kemanusiaan.
TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diminta waspada terhadap praktik percaloan dan penipuan yang mengatasnamakan panitia rekrutmen dengan iming-iming kelulusan.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahapan lanjutan meliputi pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, serta sidang penentuan akhir. Seluruh tahapan dilakukan secara transparan dan objektif sesuai standar yang berlaku.
Melalui rekrutmen ini, TNI AL berharap dapat menjaring generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Antusiasme masyarakat yang tinggi diharapkan diimbangi dengan kesiapan fisik dan mental sejak dini.
Bagi calon peserta yang berminat, disarankan segera menyelesaikan pendaftaran sebelum batas waktu berakhir serta hanya mengikuti informasi dari kanal resmi TNI Angkatan Laut agar terhindar dari informasi keliru dan hoaks. (fyo)








