JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengkaji kemungkinan meliburkan sekolah apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi masuk kategori kurang sehat. Gubernur Jambi Al Haris meminta kondisi udara dipantau dalam beberapa hari ke depan sebelum keputusan diambil.
Al Haris mengatakan, Pemprov Jambi telah menerima informasi mengenai kondisi kualitas udara yang mulai memburuk. Data tersebut menjadi dasar pemerintah menyiapkan sejumlah langkah perlindungan masyarakat.
“Memang kita baru dapat info semalam. Kondisi iklim kita ini sudah masuk data ambang batas kurang sehat,” kata Al Haris, Rabu, 12 Agustus 2026.
Salah satu data yang menjadi perhatian berasal dari pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan data ISPUnet pada 11 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB, ISPU Kota Jambi tercatat 105. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Kondisi karhutla juga menjadi faktor utama yang memperburuk kualitas udara. Data BPBD Provinsi Jambi menunjukkan luas lahan terbakar telah mencapai sekitar 300,12 hektare. Angka tersebut masih dapat bertambah karena penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran lahan di kawasan Sungai Gelam dilaporkan mencapai lebih dari 50 hektare. Sementara itu, kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh.
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jambi mempertimbangkan penerbitan surat edaran kepada masyarakat. Salah satu imbauannya adalah penggunaan masker apabila kualitas udara tetap berada pada kategori kurang sehat.
Sektor pendidikan juga menjadi perhatian khusus. Al Haris menyebut pemerintah sedang memantau kondisi sekolah, terutama PAUD, karena anak-anak usia dini menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih ketika kualitas udara memburuk.
Namun, sampai saat ini belum ada keputusan resmi bahwa seluruh sekolah di Jambi diliburkan. Pemprov Jambi masih menunggu perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Jika kondisi memburuk, kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan berdasarkan tingkat risiko di wilayah masing-masing.
Pemerintah juga terus melakukan penanganan karhutla melalui tim gabungan. Pemadaman dan pendinginan dilakukan di sejumlah lokasi untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi sumber asap.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan. Polda Jambi menyatakan telah menangani enam kasus karhutla dengan total luas lahan sekitar 6,25 hektare dan menetapkan tujuh tersangka dalam perkara tersebut.
Dengan kondisi udara yang masih dipantau dan luas karhutla yang berpotensi bertambah, keputusan mengenai libur sekolah akan sangat bergantung pada perkembangan ISPU serta kondisi lapangan.
Bagi orang tua, perkembangan informasi resmi dari Pemprov Jambi, pemerintah kabupaten/kota, dan sekolah menjadi penting. Sebab, kebijakan pembelajaran dapat berubah apabila kualitas udara mencapai tingkat yang dinilai membahayakan kesehatan siswa.
Kesimpulannya, Pemprov Jambi belum menetapkan libur sekolah. Pemerintah baru mengkaji opsi tersebut, terutama untuk PAUD, jika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara terus memburuk.
FAQ:
Apakah sekolah di Jambi sudah diliburkan?
Belum. Pemprov Jambi masih mengkaji kemungkinan tersebut berdasarkan perkembangan kualitas udara.
Berapa ISPU Kota Jambi?
Data ISPUnet pada 11 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 105 dan masuk kategori tidak sehat.
Sekolah mana yang menjadi perhatian?
PAUD menjadi salah satu perhatian karena anak usia dini termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari paparan udara buruk.
Berapa luas karhutla Jambi?
Luas lahan terbakar yang dilaporkan mencapai sekitar 300,12 hektare. Angka tersebut masih berpotensi bertambah.
Apa yang dilakukan Pemprov Jambi jika asap semakin pekat?
Pemerintah menyiapkan kemungkinan imbauan penggunaan masker dan mengkaji penyesuaian kegiatan sekolah apabila kondisi udara semakin buruk. (*)









