Paraguay Menang atas Turki, Almiron Cetak Sejarah dengan Kartu Merah Pertama

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OLAHRAGA – Piala Dunia 2026 mencatat momen unik sekaligus kontroversial setelah gelandang Paraguay, Miguel Almiron, menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah dalam turnamen tersebut. Keputusan wasit memicu perdebatan karena berkaitan dengan penerapan aturan baru FIFA yang mulai diberlakukan pada ajang kali ini.

Insiden terjadi dalam pertandingan Grup D antara Paraguay melawan Turki yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Almiron diusir keluar lapangan menjelang berakhirnya babak pertama setelah terlibat adu argumen dengan pemain lawan.

Wasit Ivan Barton mengambil keputusan tegas usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Almiron dinilai melanggar regulasi baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut saat berbicara dalam situasi konfrontatif di lapangan.

Kartu Merah Pertama Piala Dunia 2026

Kartu merah yang diterima Almiron otomatis tercatat sebagai yang pertama dalam sejarah Piala Dunia 2026.

Berdasarkan regulasi terbaru FIFA, pemain tidak diperkenankan menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, maupun jersey ketika berbicara kepada lawan, wasit, ataupun pihak lain di lapangan dalam situasi tertentu.

Aturan tersebut diterapkan untuk meningkatkan transparansi komunikasi dan memudahkan identifikasi apabila terjadi ujaran diskriminatif, penghinaan, atau pelanggaran etika lainnya selama pertandingan berlangsung.

Baca Juga :  Raul Fernandez Menang Sprint Race MotoGP Belanda 2026, Bezzecchi Tetap Pimpin Klasemen

Keputusan wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Almiron menjadi implementasi pertama dari regulasi tersebut di panggung Piala Dunia.

Pelatih Paraguay Angkat Bicara

Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengakui bahwa keputusan wasit sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini.

Menurutnya, tim tidak memiliki ruang untuk memprotes karena regulasi FIFA sudah mengatur secara jelas konsekuensi dari tindakan tersebut.

Meski demikian, Alfaro menilai penerapan aturan baru itu cukup keras dan berpotensi menimbulkan perdebatan di kalangan pelaku sepak bola.

Ia menyebut sepak bola merupakan olahraga yang sarat emosi, sehingga gesekan dan adu argumentasi di lapangan kerap menjadi bagian dari dinamika pertandingan.

Namun demikian, Alfaro menegaskan seluruh pemain harus mampu beradaptasi dengan aturan yang telah ditetapkan oleh FIFA.

Almiron Minta Maaf kepada Rekan Setim

Usai pertandingan, Almiron dikabarkan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rekan setimnya.

Pemain yang selama ini menjadi salah satu motor serangan Paraguay itu merasa bertanggung jawab karena tim harus bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama.

Meski kehilangan satu pemain, Paraguay mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir dan mengamankan kemenangan 1-0 atas Turki.

Baca Juga :  Hasil Drawing Piala Dunia 2026 Resmi Diumumkan! Grup Neraka Muncul, Argentina, Brasil, Inggris dan Prancis Siap Tempur

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Paraguay dalam persaingan Grup D menuju babak 16 besar.

Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Kekalahan dari Paraguay membuat langkah Turki di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat.

Tim asuhan Vincenzo Montella gagal memanfaatkan keunggulan jumlah peluang meskipun bermain melawan 10 pemain pada babak kedua.

Hasil negatif tersebut memastikan Turki tersingkir dari turnamen setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup.

Sebaliknya, Paraguay masih menjaga peluang untuk lolos ke fase gugur dan akan menghadapi laga penentuan pada pertandingan terakhir grup.

Aturan Baru FIFA Jadi Sorotan

Kasus Almiron menjadi perhatian luas karena merupakan salah satu contoh nyata penerapan aturan baru FIFA dalam turnamen internasional.

Banyak pengamat menilai regulasi tersebut bertujuan menjaga sportivitas dan mencegah praktik komunikasi yang tidak dapat dipantau oleh perangkat pertandingan.

Namun sebagian pihak juga menilai implementasinya perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menghilangkan aspek emosional yang selama ini menjadi bagian dari sepak bola.

Perdebatan mengenai aturan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Berita Terkait

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026
Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun
Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!
Resmi Diumumkan! Daftar Lengkap 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:00 WIB

Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Super-ONE 2026 Laris, 132 Unit Dipesan dalam Sehari

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:00 WIB

Olahraga

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:00 WIB