Krisis Iran Memuncak: Rp1 Juta Kini Bernilai 59,6 Miliar Rial

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMIKrisis ekonomi Iran terus memperlihatkan dampak serius terhadap nilai tukar rial. Mata uang Negeri Para Mullah itu kembali mencapai titik terendahnya pada awal 2026, mempertegas tekanan inflasi dan merosotnya kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar dolar AS yang pada akhir 2025 masih berada di kisaran 45.000 rial kini meroket hingga 1,04 juta rial per US$ pada Rabu (14/1/2026). Lonjakan ini mengindikasikan pelemahan rata-rata lebih dari 2.300% hanya dalam beberapa bulan.

Rial Melemah di Hadapan Rupiah

Baca Juga :  Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Tekanan Outflow dan Sinyal Bank Indonesia Jadi Sorotan Investor

Rupiah Indonesia turut mencatat penguatan nominal yang signifikan terhadap rial. Pada akhir tahun lalu, Rp1 setara 45.215 rial, namun kini nilainya mencapai 59.663 rial per rupiah. Ini menunjukkan pelemahan rial sekitar 31,95% hanya terhadap rupiah saja.

Warga RI Bisa Kantongi Puluhan Miliar Rial

Dengan kurs terbaru, menukarkan Rp1 juta kini dapat menghasilkan 59,6 miliar rial. Jumlah ini hampir 15 miliar rial lebih tinggi dibanding periode akhir 2025.

Namun secara daya beli, nominal tersebut tidak sebanding dengan kondisi ekonomi di Iran. Harga kebutuhan pokok meroket dan inflasi membuat puluhan miliar rial tidak memiliki nilai konsumtif sebagaimana terlihat dalam hitungan angka.

Baca Juga :  Harga Emas Anjlok Parah, Catat Rekor Terburuk Sejak 1983

Keuntungan Angka yang Tidak Mencerminkan Realitas

Walau rupiah tampak “super kuat” di atas kertas, situasi sosial dan keamanan di Iran saat ini membuat perjalanan wisata atau transaksi langsung di negara itu berisiko. Krisis ekonomi yang berkepanjangan juga berpengaruh langsung terhadap stabilitas ruang publik.

Dengan demikian, keuntungan nominal yang terlihat dari selisih kurs tidak memberikan dampak signifikan bagi wisatawan, terlebih ketika kondisi domestik Iran masih belum stabil.

Berita Terkait

Midea Resmi Operasikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Buka Ribuan Lapangan Kerja
Saingan Baru Agya dan Ayla Muncul, Tawarkan Fitur Premium Harga Murah
Pemerintah Resmi Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas Baru
Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura
12 Mobil Keluarga Terbaik 2026, Harga Mulai Rp245 Juta hingga Rp2,9 Miliar
Kejagung Mulai Sidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
BI Buka Suara Soal Rupiah Tembus Rp17.900, Ini Penyebab Utamanya
Dana Netflix Rp178 Miliar Raib, Keanu Reeves Turun Tangan Bantu Carl Rinsch
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:00 WIB

Saingan Baru Agya dan Ayla Muncul, Tawarkan Fitur Premium Harga Murah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemerintah Resmi Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas Baru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:07 WIB

Malaysia Lumpuh! Sistem Imigrasi Error, Ribuan Orang Terlantar di Perbatasan Singapura

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:00 WIB

12 Mobil Keluarga Terbaik 2026, Harga Mulai Rp245 Juta hingga Rp2,9 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:30 WIB

Kejagung Mulai Sidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Berita Terbaru