SUNGAIPENUH — Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di Sungai Air Sempit, Kota Sungai Penuh, masih terbilang rendah. Kondisi ini disorot oleh Junaldi, seorang konten kreator lokal, yang prihatin melihat tumpukan sampah menutupi aliran sungai.
Dalam unggahan videonya, Junaldi mengajak warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai dapat menimbulkan dampak serius, seperti pencemaran air, penyumbatan aliran sungai, hingga risiko banjir saat musim hujan.
“Sungai bukan tempat sampah. Kalau terus seperti ini, kita sendiri yang akan rugi,” ujar Junaldi dalam videonya yang mendapat perhatian luas dari warganet.
Sebelumnya, Sungai Air Sempit juga sempat menjadi sorotan anggota DPRD Kota Sungai Penuh. Namun, bukan soal perilaku masyarakat yang membuang sampah, melainkan terkait proyek normalisasi sungai yang tengah dikerjakan pemerintah.
Hal ini menuai tanggapan dari sejumlah warga. Mereka berharap para anggota dewan tidak hanya fokus pada kritik proyek, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Selaku dewan, jangan hanya menyorot pekerjaan proyek pemerintah. Kami harap Pak Fahruddin dan anggota DPRD lainnya juga turut mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai,” ujar salah seorang warga dalam video Junaldi.
Masyarakat berharap, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan warga dapat segera terwujud, agar Sungai Air Sempit kembali bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya — sebagai sumber kehidupan, bukan tempat sampah.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









