Jakarta – Alternator merupakan komponen vital dalam sistem kelistrikan mobil, namun sering luput dari perhatian. Banyak pemilik kendaraan lebih fokus pada aki, padahal alternator berperan mengisi ulang baterai sekaligus menyuplai daya ke berbagai perangkat listrik saat mesin hidup.
Alternator bekerja dengan mengubah energi mekanik dari putaran mesin menjadi energi listrik. Jika komponen ini bermasalah, dampaknya bisa menjalar ke banyak sistem, mulai dari lampu, audio, hingga performa mesin secara keseluruhan.
Kerusakan alternator umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah gejala awal yang bisa dikenali pengemudi. Dengan memahami tanda-tandanya, pemilik mobil bisa melakukan pencegahan sebelum kendaraan mogok di jalan.
Berikut 8 tanda alternator mobil bermasalah yang perlu diwaspadai:
1. Bau Terbakar dari Ruang Mesin
Aroma seperti kabel terbakar bisa menjadi indikasi alternator bekerja terlalu berat atau terjadi gangguan pada sistem pengisian.
2. Bunyi Decitan
Suara berdecit biasanya berasal dari belt alternator yang aus, retak, atau kendor. Kondisi ini membuat putaran alternator tidak optimal.
3. Lampu Sorot Meredup
Lampu depan yang redup atau intensitas cahaya naik-turun bisa menandakan suplai listrik tidak stabil.
4. Lampu Indikator Aki Menyala
Jika simbol aki muncul di panel instrumen saat mesin hidup, itu sering terkait masalah pengisian daya.
5. Aki Cepat Soak
Alternator rusak membuat aki tidak terisi dengan baik. Akibatnya baterai cepat tekor meski baru diganti.
6. Gangguan Kelistrikan
Power window melambat, head unit mati sendiri, atau AC digital error bisa muncul akibat tegangan tidak stabil.
7. Kabel atau Soket Bermasalah
Sambungan longgar, berkarat, atau terkelupas dapat menghambat distribusi arus listrik.
8. Tegangan Berlebih
Tegangan normal umumnya di bawah 15 volt. Jika terlalu tinggi, komponen listrik berisiko rusak.
Agar alternator tetap awet, perawatan rutin sangat dianjurkan. Mulailah dari memeriksa kondisi aki secara berkala. Aki lemah akan memaksa alternator bekerja lebih keras dan mempercepat keausan.
Selain itu, pastikan V-belt atau fan belt dalam kondisi baik. Belt kendor atau retak dapat mengganggu putaran alternator sehingga proses pengisian tidak maksimal.
Pemilik mobil juga perlu menjaga kebersihan ruang mesin, terutama area alternator. Hindari paparan air berlebih, lumpur, dan kebocoran oli yang bisa merusak komponen internal.
Penggunaan aksesori listrik tambahan seperti lampu ekstra atau audio berdaya besar sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas alternator. Beban berlebih dapat menurunkan umur pakai.
Jika muncul gejala seperti bunyi berdecit, lampu redup, atau indikator aki menyala, segera lakukan pemeriksaan di bengkel. Penanganan dini dapat mencegah kerusakan lebih parah dan biaya perbaikan mahal. (***)









