PADANG-Kehadiran Hendra Joni dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Kamis (29/1/2026), langsung menyedot perhatian publik dan elite politik. Sosok Bupati Pesisir Selatan yang selama ini dikenal sebagai kader Partai NasDem itu tiba-tiba muncul di forum strategis partai lain, memunculkan spekulasi tentang arah politik barunya.
Rakernas PSI kali ini memang berlangsung dalam atmosfer berbeda. Selain agenda konsolidasi nasional, forum tersebut menjadi panggung pengumuman bergabungnya sejumlah tokoh nasional ke PSI. Dalam konteks itu, kehadiran Hendra Joni dinilai bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sarat makna politik dan pesan tersirat.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam forum tersebut memperkenalkan sejumlah figur yang resmi bergabung, di antaranya Mad Ali sebagai Ketua Harian PSI serta Rusdi Masse. Rusdi Masse sebelumnya dikenal sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI sebelum memutuskan berlabuh ke PSI.
Masuknya tokoh-tokoh besar dari NasDem ke PSI dinilai sebagai sinyal kuat terjadinya pergeseran peta politik nasional. Dalam dinamika tersebut, kemunculan Hendra Joni di Rakernas PSI ikut memperkuat asumsi bahwa arus perpindahan kader lintas partai masih sangat terbuka, termasuk di level kepala daerah.
Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait arah politik ke depan, kehadiran Hendra Joni di Rakernas PSI sudah cukup memantik diskusi publik. Apakah ini sekadar komunikasi politik, sinyal kedekatan ideologis, atau awal dari langkah politik baru, publik Sumatera Barat kini menanti sikap terbuka sang bupati yang kiprahnya kian diperhitungkan di panggung politik nasional. (fyo)
Editor : Fanda Yosephta









