SUNGAIPENUH – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, masyarakat di wilayah Hamparan Rawang, Tanjung, dan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, kembali menerima kabar menggembirakan.

Pemerintah pusat memastikan kelanjutan program normalisasi Sungai Batang Merao yang selama ini dinanti warga sebagai solusi pengendalian banjir dan pemulihan lingkungan.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp15,7 miliar guna melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao. Sungai ini melintasi kawasan padat penduduk di Kota Sungai Penuh dan kerap menjadi titik rawan banjir saat curah hujan tinggi.
Program normalisasi tersebut dinilai sangat strategis karena tidak hanya berfungsi menekan risiko banjir, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan di sepanjang aliran sungai. Penataan alur sungai diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih aman, bersih, dan tertata bagi masyarakat sekitar.
Pada tahun 2025 lalu, normalisasi sungai dengan nilai anggaran yang sama terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Sedimentasi yang sebelumnya menghambat aliran air berhasil dikurangi, sehingga potensi genangan dan luapan sungai dapat ditekan secara nyata.
Dampak lainnya dirasakan langsung oleh para petani. Lahan persawahan yang sebelumnya tidak produktif akibat buruknya sistem aliran air kini kembali bisa digarap. Kondisi ini mendorong peningkatan produksi pertanian serta membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin Bakar, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi.
Menurutnya, normalisasi Sungai Batang Merao merupakan program prioritas yang telah lama diharapkan warga.
Alfin menegaskan bahwa sungai yang terawat dan berfungsi optimal menjadi faktor penting bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Sungai Penuh. Karena itu, keberlanjutan program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah secara berkelanjutan.
Untuk tahun 2026, anggaran normalisasi Sungai Batang Merao saat ini masih berada dalam tahap proses tender. Pemerintah daerah berharap pengerjaan dapat segera dimulai agar manfaatnya bisa dirasakan secepat mungkin, sekaligus menjadi momentum peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi warga di sepanjang aliran sungai. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









