JAKARTA- Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman. Pergerakan ini terlihat dari meningkatnya minat pada instrumen berisiko rendah di tengah fluktuasi pasar keuangan.
Perubahan strategi investasi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter ketat hingga tensi geopolitik. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi dan memperkuat portofolio defensif.
Aset aman menjadi pilihan untuk menjaga nilai investasi. Meski imbal hasilnya relatif lebih rendah, stabilitas menjadi pertimbangan utama dalam kondisi pasar yang tidak menentu.
Dampak pergeseran ini terasa di pasar negara berkembang. Arus modal menjadi lebih selektif dan sensitif terhadap risiko.
Negara dengan fundamental kuat cenderung lebih mampu menarik kembali minat investor.
Indonesia masih dipandang menarik karena stabilitas ekonomi dan pasar domestik yang besar.
Namun, aliran dana asing tetap dipengaruhi dinamika global dan persepsi risiko jangka pendek.
Bagi pelaku pasar, strategi diversifikasi menjadi semakin penting. Menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil menjadi kunci bertahan di tengah volatilitas.
Pemerintah dan otoritas keuangan berperan menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan yang konsisten dan transparan. Stabilitas menjadi modal utama menghadapi ketidakpastian global.
Ke depan, arah pergerakan dana global akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi dan kebijakan bank sentral dunia. Selama ketidakpastian berlanjut, aset aman diperkirakan tetap diminati. (fyo)









