IHSG Ditutup Menguat 0,91% ke 6.231, Saham BNBR, TLKM, dan BBRI Pimpin Reli Bursa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Pasar saham Indonesia menutup perdagangan awal pekan dengan hasil positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,91 persen atau naik 56,24 poin ke level 6.231,78 pada Senin (20/7/2026). Kenaikan tersebut menunjukkan optimisme pelaku pasar yang kembali memburu saham-saham berkapitalisasi besar setelah beberapa pekan bergerak fluktuatif.

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di level 6.197,47 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.249,90. Aktivitas transaksi berlangsung cukup aktif dengan 399 saham menguat, 210 saham melemah, serta 185 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp10.860,65 triliun, mencerminkan meningkatnya nilai perusahaan tercatat di pasar modal.

Penguatan indeks kali ini didorong oleh sejumlah saham unggulan. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi salah satu penyumbang terbesar setelah melonjak sekitar 9 persen ke level Rp2.120 per saham. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga mencatat kenaikan sekitar 1,88 persen menjadi Rp2.710, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik sekitar 1,68 persen ke Rp3.020 per saham.

Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat sekitar 1,78 persen menjadi Rp4.010. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga ikut menghijau dengan kenaikan sekitar 1,88 persen. Reli saham-saham berkapitalisasi besar tersebut menjadi fondasi utama yang menopang kenaikan IHSG hingga penutupan perdagangan.

Baca Juga :  BRI Bukukan Laba Terbaru Rp20,42 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Positif di Tengah Tantangan Ekonomi

Perhatian investor juga tertuju pada PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR). Emiten tersebut menjadi top gainers setelah melonjak sekitar 23,53 persen hingga ditutup di level Rp105 per saham. Lonjakan tersebut menjadikan BNBR sebagai saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini dan menarik perhatian pelaku pasar.

Sebelumnya, pada sesi pertama perdagangan, IHSG juga telah menunjukkan tren positif. Indeks sempat ditutup di level 6.229 atau naik sekitar 0,86 persen. Berdasarkan riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia, penguatan tersebut didorong oleh reli saham-saham besar seperti Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), TLKM, BBRI, serta Barito Pacific (BRPT).

Di kawasan Asia, pergerakan pasar saham berlangsung beragam. Bursa Hong Kong dan Shanghai berhasil ditutup di zona hijau seiring meningkatnya optimisme investor. Sebaliknya, indeks saham Tokyo dan Mumbai masih berada dalam tekanan akibat aksi ambil untung serta sentimen global yang masih membayangi pasar keuangan internasional.

Analis menilai penguatan IHSG pada awal pekan menjadi sinyal positif bagi pasar domestik. Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, serta laporan kinerja emiten yang akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan. Faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham

FAQ

Mengapa IHSG naik pada 20 Juli 2026?
IHSG menguat karena didorong kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, TLKM, BBRI, DSSA, dan AMMN, serta lonjakan signifikan saham BNBR.

Berapa posisi penutupan IHSG hari ini?
IHSG ditutup di level 6.231,78, naik 0,91 persen atau 56,24 poin.

Saham apa yang menjadi top gainers?
PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) menjadi top gainers dengan kenaikan sekitar 23,53 persen.

Berapa jumlah saham yang menguat?
Sebanyak 399 saham naik, 210 saham turun, dan 185 saham stagnan.

Apakah penguatan IHSG menjadi sinyal bullish?
Penguatan ini menunjukkan sentimen positif di pasar. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global dan kinerja emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Berita Terkait

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?
IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya
IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor
Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram
Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate
BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis

Berita Terbaru