IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kekhawatiran Dana Asing Kabur Rp132 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,11. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak krisis moneter 1998.

Tekanan pasar muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi publik mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. MSCI mempertimbangkan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal perdagangan, IHSG sempat merosot 8,01% ke level 5.393,92. Kondisi itu memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 812 saham melemah, hanya 11 saham menguat, dan 140 saham stagnan. Data tersebut menunjukkan tekanan jual meluas ke berbagai sektor, termasuk saham unggulan dan perbankan berkapitalisasi besar.

Baca Juga :  Harga Kripto Terbaru Hari Ini 4 September 2026: Bitcoin Melemah, Ethereum dan Solana Justru Naik

Saham perbankan besar ikut tertekan. Saham BBCA turun 14,81% menjadi Rp5.175. Sementara itu, BBRI melemah 14,84% ke Rp2.640, BMRI turun 14,82% ke Rp3.390, dan BBNI terkoreksi 12,90% ke Rp2.970.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham dalam indeks LQ45. PGAS turun 15% menjadi Rp1.190, HRTA melemah 15% ke Rp1.615, dan ESSA turun 15% ke Rp476. AKRA, AMRT, dan INDY juga mengalami koreksi tajam.

Baca Juga :  Harga Pertalite dan Pertamax Tak Jadi Naik, Ini Instruksi Langsung Presiden

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memperkirakan potensi arus keluar dana asing mencapai Rp105 triliun hingga Rp132 triliun. Nilai tersebut setara US$5,8 miliar hingga US$7,3 miliar. Risiko ini muncul jika perubahan klasifikasi memicu penyesuaian portofolio investor yang mengikuti indeks MSCI.

Namun, keputusan perubahan status Indonesia belum final. Konsultasi publik masih berlangsung hingga 30 April 2027. BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan komitmen untuk memperkuat transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal. Investor perlu mencermati perkembangan kebijakan MSCI, kondisi fundamental emiten, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Saham Bank dan Emiten Besar Berguguran Usai Peringatan MSCI
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 16 Oktober 2026, Cek Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 500 Gram
Rupiah Jebol Rp18.053 per Dolar AS, IHSG Trading Halt Usai Pengumuman MSCI
Harga Emas Antam Terbaru di Pegadaian Hari Ini 16 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,6 Juta
Harga BBM Hari Ini 16 Oktober 2026 di Sumbar, Jambi, dan Sumut: Pertamax hingga Rp16.650
Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:37 WIB

IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kekhawatiran Dana Asing Kabur Rp132 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:33 WIB

IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Saham Bank dan Emiten Besar Berguguran Usai Peringatan MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 16 Oktober 2026, Cek Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 500 Gram

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Jebol Rp18.053 per Dolar AS, IHSG Trading Halt Usai Pengumuman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Harga Emas Antam Terbaru di Pegadaian Hari Ini 16 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,6 Juta

Berita Terbaru

Teknologi

Daftar HP 5G Harga Rp4 Jutaan 2026 dengan Spesifikasi Menarik

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB