HP Non-Lipat Terpuruk, Pasar Lipat Melonjak 29,7% di Tahun 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGIIndustri teknologi global diprediksi memasuki periode penuh tekanan pada tahun 2026. Kelangkaan memori chip yang terjadi sejak akhir 2025 mulai memberikan dampak langsung ke berbagai perangkat elektronik, termasuk komputer, ponsel pintar, dan sejumlah peralatan rumah tangga. Kondisi ini mengerek harga komponen dan membuat harga ritel perangkat elektronik melonjak hingga diperkirakan mencapai 20%.

Kenaikan tersebut membuat daya beli konsumen kian tertekan, terutama di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu. Para analis menilai bahwa pasar teknologi akan menghadapi perlambatan serius bila kenaikan harga tidak sebanding dengan peningkatan teknologi atau inovasi produk.

Penjualan HP Konvensional Terjun Bebas

Tekanan paling besar terlihat pada pasar ponsel konvensional (non-foldable). IDC melaporkan bahwa pasar HP global berpotensi turun hingga 5% pada 2026, dipicu harga yang makin mahal serta kebiasaan konsumen yang menunda pembelian perangkat baru.

Dalam skenario terburuk, pengapalan HP non-lipat diproyeksikan merosot 1,4% pada 2026, sejalan dengan menurunnya minat terhadap produk yang dinilai tidak menawarkan inovasi signifikan.

HP Lipat Melonjak Tajam, Jadi Pengganti HP Lama

Baca Juga :  EA Sports Teases ICONs Week 3 for FC Mobile TOTY Event

Berbanding terbalik dengan HP konvensional, perangkat lipat diperkirakan menjadi kategori yang mengalami pertumbuhan paling agresif pada 2026. IDC mencatat bahwa pasar HP lipat akan melejit hingga 29,7%, jauh lebih tinggi dari proyeksi awal yang hanya 6%.

Ada beberapa faktor pendorong utama:

1. Peluncuran iPhone Fold Pertama

Apple akhirnya memasuki pasar HP lipat pada akhir 2026. Kehadiran perangkat lipat pertama Apple diprediksi menjadi “game-changer” yang mampu mengubah peta industri secara global.

2. Samsung Galaxy Z TriFold

Samsung membuka tahun 2026 dengan Galaxy Z TriFold, perangkat lipat tiga pertama yang diproduksi untuk pasar massal secara global. Model ini diprediksi melanjutkan momentum kesuksesan Galaxy Z Fold7 yang rilis pada 2025.

3. Huawei Semakin Kompetitif

Huawei juga menunjukkan performa kuat dengan perangkat lipat berbasis HarmonyOS Next, yang diperkirakan mencatat pertumbuhan pengapalan hampir dua kali lipat sepanjang 2026.

Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, menyebut bahwa 2026 akan menjadi tahun paling dinamis bagi industri HP lipat. Ia menegaskan bahwa inovasi-inovasi terbaru tersebut akan memperpanjang siklus hidup perangkat dan memberi alasan bagi konsumen untuk melakukan upgrade.

Baca Juga :  Intip Harga Terbaru Oppo A6 Series di Indonesia, Mulai Rp 2 Jutaan Jelang Akhir 2025

Harga Tinggi Tidak Menghalangi Tren Baru

VP Perangkat Klien IDC, Francisco Jeronimo, menjelaskan bahwa meskipun perangkat lipat masih akan menjadi segmen premium, kategori ini adalah pendorong nilai penting bagi vendor karena harga rata-rata HP lipat tiga kali lebih tinggi dibandingkan ponsel standar.

Namun, hal itu tidak menjadi hambatan. Konsumen yang semakin lama bertahan dengan perangkat lama justru membuat produsen membutuhkan inovasi radikal seperti HP lipat agar menarik minat pembeli.

Dominasi OS dalam Pasar HP Lipat 2026

IDC memproyeksikan pangsa pasar HP lipat pada 2026 sebagai berikut:

Android – 61%

Apple – 22%

HarmonyOS Next – 17%

Tren ini masih dapat berubah, mengingat ketidakpastian kondisi pasar dan perubahan strategi para produsen besar.

Kategori HP lipat diperkirakan tumbuh dengan CAGR 17% hingga 2029, sementara HP konvensional stagnan di bawah 1%. Angka tersebut mempertegas bahwa perangkat lipat bukan lagi sekadar tren, melainkan arah evolusi industri ponsel ke depan.

Berita Terkait

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra
Paska Serangan Siber : Bank Jambi Ganti Saldo Nasabah Hilang dan Perkuat Keamanan Sistem
PT Bank Maybank Indonesia Tbk Posts Rp1.70 Trillion Net Profit in 2025, Up 42.01% YoY
Tim Cook Bocorkan “Minggu Besar”, Apple Siap Rilis Produk Baru 2 Maret
iPhone 18 Pro Masuk Tahap Uji Produksi, Target Rilis September 2026
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta
Visa Ramal Belanja Kartu RI Naik Saat Ramadan 2026
Citi: Global Trade Undergoes Fundamental Shift Driven by AI and Rising Tariffs
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:30 WIB

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:00 WIB

PT Bank Maybank Indonesia Tbk Posts Rp1.70 Trillion Net Profit in 2025, Up 42.01% YoY

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:00 WIB

Tim Cook Bocorkan “Minggu Besar”, Apple Siap Rilis Produk Baru 2 Maret

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:00 WIB

iPhone 18 Pro Masuk Tahap Uji Produksi, Target Rilis September 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:53 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta

Berita Terbaru

Internasional

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Raksasa Tersaji

Sabtu, 28 Feb 2026 - 06:05 WIB

Nasional

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Sabtu, 28 Feb 2026 - 03:02 WIB

Teknologi

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:30 WIB