GOTO Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Peluang Cuan Investor Makin Besar?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal mencapai Rp 3,5 triliun. Kabar ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi harga saham GOTO yang selama beberapa bulan terakhir bergerak stagnan di level Rp 50 per lembar.

Manajemen GOTO menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut akan mulai dijalankan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18-19 Juni 2026. Jika disetujui, program buyback akan berlangsung selama 12 bulan hingga Juni 2027.

Buyback saham merupakan langkah yang sering dilakukan perusahaan besar ketika menilai harga saham di pasar berada di bawah nilai fundamentalnya. Dengan membeli kembali saham yang beredar, jumlah saham di pasar berkurang sehingga dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham yang tetap mempertahankan investasinya.

Bagi investor, pengumuman buyback biasanya dianggap sebagai sinyal positif. Pasalnya, perusahaan menunjukkan keyakinan terhadap kondisi keuangan dan prospek bisnis jangka panjang. Selain itu, aksi ini juga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja perusahaan.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Anjlok 1,51 Persen, GOTO Jatuh 14 Persen: Simak Level Support dan Resistance

GOTO menyebut tujuan utama buyback adalah memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan. Perseroan berharap langkah ini mampu mendukung harga saham agar lebih mencerminkan nilai bisnis yang sebenarnya.

Saat ini saham GOTO masih menghadapi tekanan cukup besar. Sepanjang 2026, saham perusahaan tercatat turun lebih dari 21 persen. Di sisi lain, investor asing juga melakukan aksi jual bersih senilai lebih dari Rp 1,6 triliun yang turut membebani pergerakan harga saham.

Meski demikian, sejumlah analis menilai buyback dapat menjadi katalis positif apabila kondisi pasar membaik. Investor kini menantikan hasil RUPSLB serta strategi bisnis GOTO dalam meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan industri teknologi dan ekonomi digital Indonesia.

Selain faktor buyback, pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan bisnis layanan transportasi online, e-commerce, fintech, hingga potensi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Jika kinerja operasional membaik, peluang pemulihan harga saham GOTO pada jangka menengah hingga panjang semakin terbuka.

Banyak investor ritel kini mencari informasi mengenai saham teknologi terbaik, investasi saham jangka panjang, aplikasi trading saham terpercaya, hingga strategi membeli saham saat harga murah. Topik-topik tersebut menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi keuntungan yang menarik ketika pasar mulai pulih.

Baca Juga :  Daftar Barang Paling Laris di Tokopedia 2026, Ini Kategorinya

Keputusan akhir terkait buyback senilai Rp 3,5 triliun akan menjadi salah satu momen penting bagi GOTO pada tahun ini. Investor disarankan tetap memperhatikan fundamental perusahaan, laporan keuangan, dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

FAQ

Apa itu buyback saham?
Buyback saham adalah aksi perusahaan membeli kembali saham yang beredar di pasar untuk mengurangi jumlah saham publik.

Berapa nilai buyback yang disiapkan GOTO?
GOTO menyiapkan dana maksimal Rp 3,5 triliun untuk program buyback saham.

Kapan buyback GOTO dilaksanakan?
Setelah mendapat persetujuan RUPSLB dan dapat berlangsung hingga 18 Juni 2027.

Apakah buyback bisa membuat harga saham naik?
Buyback sering dianggap sentimen positif karena mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan kepercayaan investor.

Apakah saham GOTO layak dikoleksi?
Keputusan investasi harus mempertimbangkan risiko, fundamental perusahaan, kondisi pasar, dan tujuan keuangan masing-masing investor. tim

Berita Terkait

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Berita Terbaru