JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/6/2026) berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98 persen ke level 6.116,69 setelah mendapat tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pelemahan pasar juga tercermin pada Indeks Bisnis-27 yang turun ke level 415,61. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 414,44 hingga 427,01. Sentimen global dan aksi jual investor membuat mayoritas saham unggulan gagal mempertahankan penguatan.
Dari 27 saham penghuni Indeks Bisnis-27, hanya delapan saham yang berhasil ditutup menguat. Sebanyak 18 saham melemah dan satu saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan awal pekan.
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi salah satu yang mencatat penurunan terdalam. Emiten sektor nikel tersebut terkoreksi 6,48 persen ke level Rp505 per saham. Pelemahan ini menjadikan MBMA sebagai salah satu pemberat utama indeks.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 5,43 persen menjadi Rp348 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 4,9 persen ke posisi Rp3.490 per saham. Koreksi saham perbankan turut memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Selain itu, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 4,52 persen menjadi Rp3.170. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga kehilangan 3,9 persen nilainya dan ditutup pada level Rp2.960 per saham.
Meski pasar didominasi pelemahan, beberapa saham masih mampu mencatat kinerja positif. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 4,44 persen ke Rp1.410 per saham. Kemudian PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,27 persen menjadi Rp1.265, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 3,15 persen ke Rp2.290 per saham.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan menunjukkan 221 saham menguat, 445 saham melemah, dan 147 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.735 triliun. Investor kini menantikan sentimen ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
FAQ
Mengapa IHSG melemah pada 22 Juni 2026?
IHSG melemah karena tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, pertambangan, dan komoditas.
Saham apa yang paling turun hari ini?
MBMA menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar setelah turun 6,48 persen, disusul DEWA dan BBNI.
Saham apa yang justru menguat?
AMRT, AKRA, dan ADRO menjadi saham yang mencatat penguatan signifikan di tengah pelemahan pasar.
Berapa level penutupan IHSG hari ini?
IHSG ditutup pada level 6.116,69 atau turun 0,98 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Apakah saat IHSG turun merupakan waktu yang tepat membeli saham?
Keputusan investasi harus mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan, profil risiko, dan strategi investasi masing-masing investor. Penurunan pasar tidak selalu berarti peluang beli bagi semua investor. (Tim)









