Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Pertimbangkan Cabut dari Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan relokasi investasi ke Vietnam. Jika rencana tersebut terealisasi, ribuan pekerja di Indonesia berpotensi terdampak.

Informasi tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, pada Senin (22/6/2026).

Menurut Said Iqbal, dua perusahaan yang berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto itu masih dalam tahap dialog dengan serikat pekerja sehingga identitas perusahaan belum dapat dipublikasikan.

“Proses komunikasi antara perusahaan dan serikat pekerja masih berlangsung, sehingga nama perusahaan belum dapat disampaikan ke publik,” ujarnya.

Vietnam Jadi Tujuan Relokasi Investasi

Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak serikat pekerja, Vietnam dinilai menjadi tujuan yang menarik bagi industri otomotif Jepang karena pemerintah negara tersebut tengah fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan kondisi geopolitik internasional disebut turut memengaruhi strategi investasi sejumlah perusahaan manufaktur.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa prinsipal dari Jepang dikabarkan mempertimbangkan pemindahan sebagian investasi untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik yang berkembang pesat di Vietnam.

Baca Juga :  Final Piala AFF 2026: Vietnam Juara Usai Tahan Imbang Thailand 2-2, Drama Gol Bunuh Diri

Ribuan Pekerja Berpotensi Terdampak

Apabila relokasi benar-benar dilakukan, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan tetapi juga ribuan tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor industri komponen otomotif.

Industri otomotif merupakan salah satu sektor padat karya yang memiliki rantai pasok luas, mulai dari pemasok bahan baku hingga industri pendukung lainnya.

Karena itu, potensi perpindahan investasi menjadi perhatian serius bagi serikat pekerja maupun pemerintah.

Serikat Buruh dan Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, serikat pekerja berencana melakukan negosiasi langsung dengan manajemen perusahaan.

Selain itu, komunikasi dengan pemerintah dan DPR juga akan dilakukan guna mendorong kebijakan yang lebih mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Menurut Said Iqbal, pendekatan yang dilakukan saat ini bersifat preventif dengan mendeteksi lebih awal perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan efisiensi atau relokasi.

“Kami ingin melakukan mitigasi sejak dini agar potensi PHK dapat dicegah sebelum masalah menjadi lebih besar,” katanya.

Industri Kendaraan Listrik Jadi Kunci Persaingan Investasi

Persaingan antarnegara dalam menarik investasi otomotif semakin ketat, terutama setelah tren kendaraan listrik berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Cara Dapat Bonus Top Up DANA untuk Pemula, Bisa Dapat Saldo dan Voucher Gratis

Vietnam menjadi salah satu negara yang agresif menawarkan berbagai insentif untuk pengembangan industri kendaraan listrik, mulai dari kemudahan investasi hingga dukungan infrastruktur.

Di sisi lain, Indonesia juga terus berupaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan industri baterai, hilirisasi nikel, dan berbagai insentif investasi.

Para pelaku industri menilai keberhasilan menjaga investasi otomotif akan sangat bergantung pada kepastian regulasi, biaya produksi yang kompetitif, serta dukungan pemerintah terhadap transformasi industri kendaraan listrik.

Pemerintah Diminta Perkuat Daya Saing Industri

Pengamat ketenagakerjaan dan industri menilai isu relokasi investasi harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat daya saing sektor manufaktur nasional.

Selain menjaga iklim investasi yang kondusif, pemerintah juga perlu memastikan industri otomotif Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi menuju era kendaraan listrik.

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi manufaktur di kawasan Asia Tenggara sekaligus menjaga keberlangsungan lapangan kerja bagi jutaan pekerja di sektor industri.

Berita Terkait

BSU Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja, Ini Rinciannya
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Cadangan Energi, Tekanan Trump Berujung Kesepakatan
Rolex Daytona Four Seasons Terjual Rp883 Miliar, Cetak Rekor Lelang Amal
Suzuki Jimny Heritage Edisi Terbatas Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya
Cicilan Yamaha NMAX Turbo Mulai Rp800 Ribuan? Ini Simulasinya
Denza Resmi Ganti Nama Jadi Danza di Indonesia, Ada Kaitannya dengan Sengketa Merek?
Pajak Toyota Fortuner Bekas 2017-2021, Siapkan Rp6 Juta hingga Rp9 Jutaan per Tahun
Honda CRF1100L Africa Twin 2026: Warna Baru, Mesin 1.084 cc dan Fitur Lengkap
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BSU Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja, Ini Rinciannya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:00 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Cadangan Energi, Tekanan Trump Berujung Kesepakatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Rolex Daytona Four Seasons Terjual Rp883 Miliar, Cetak Rekor Lelang Amal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Suzuki Jimny Heritage Edisi Terbatas Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Cicilan Yamaha NMAX Turbo Mulai Rp800 Ribuan? Ini Simulasinya

Berita Terbaru